Flag Counter
21 July 2024

Kitorang News

Harmoni dan Produktivitas

Ketua MRP Papua Barat Daya Siap Kawal Alih Status IAIN Sorong Jadi Universitas

Acara silaturahmi pimpinan IAIN Sorong bersama Pemerintah dan Lintas Tokoh di Aula IAIN Sorong. (KitorangNews)
Tampak Ketua MRP Papua Barat Daya, Alfons Kambu saat berbincang dengan Rektor IAIN Sorong, Prof Dr Hamzah Khaeriyah, M.Ag. (KitorangNews)

SORONG, KitorangNews.com – Mengusung tema “Membangun Sinergi Menuju Universitas”, acara silaturahmi pimpinan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong bersama Pemerintah dan Lintas Tokoh di Aula Kampus IAIN, Selasa sore (19/3) terbilang spesial dan berlangsung penuh makna.

Dalam acara yang dikemas ala talk show dengan moderator Hasbullah, M.Pd P.hD selain Rektor IAIN Sorong, Prof Dr Hamzah Khaeriyah, M.Ag, hadir Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat Daya, Alfons Kambu, Pj Walikota Sorong yang diwakili Asisten II Thamrin Tajuddin, ST MM, dan Ketua Dewan Masjid Kota Sorong, Drs Kisman Rahayaan, MM.

Dalam pernyataan resminya, Alfons Kambu memberikan semangat dan dukungan yang begitu besar dalam upaya peningkatan alih status IAIN Sorong menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sorong.

“Secara kelembagaan, kami tetap dukung full, apapun kendalah yang lain, tolong sampaikan kepada saya dan saya siap kawal itu,”ujar Ketua MRP Papua Barat Daya, Alfons Kambu yang hadir sebagai narasumber.

Sebelum menyampaikan dukungannya, Ketua MRP PBD mengatakan segala urusan menyangkut pendidikan atau dari yayasan, di Papua Barat ada BP3OK yang dipimpin oleh Otto Ihalauw dengan Wakil Presiden RI sebagai pembinanya.

Dan 2 minggu lalu ada pertemuan yang membahas tentang pendidikan berbasis yayasan dan akan dibuat Perdasus sehingga ada perhatian pemerintah secara terarah.

“Tentunya bahwa hal-hal menyangkut kemitraan, saya selaku pimpinan, terutama menyangkut pendidikan, karena manusia itu harus siap dulu baru bisa memacu pada pembangunan dan kesejahteraan,”tandasnya.

Lebih lanjut Alfons Kambu menuturkan bagaimana lembaga pendidikan berbasis Islam di Sorong begitu membantu anak-anak Papua dari daerah pedalaman karena mau melanjutkan pendidikan ke luar Papua terhalang biaya.

“Secara pribadi dan khusus orang Papua di Sorong Raya, kami merasa kami ditolong , kami diberi ruang di dalam pendidikan. Anak-anak kami di pedalaman Maybrat, Sorong Selatan, Tambrauw, mau lanjut pendidikan ke daerah yang jauh sudah kesulitan biaya. Jadi apa yangs sudah diukirkan hari ini, itu adalah tanggung jawab saya akan melihat hal itu,” tandas Alfons Kambu.

Dukungan alih status IAIN Sorong jadi universitas diberikan karena diakuinya bahwa setelah menjadi universitas tentu kesempatan anak-anak Papua untuk kuliah dengan program studi yang semakin banyak kian terbuka lebar.

Dihadapkan dengan masalah biaya pendidikan dengan dana Otsus bidang pendidikan yang terbatas hingga tidak bisa diharapkan, Alfons Kambu pun menyampaikan terima kasih atas gagasan dari Rektor IAIN Sorong untuk meningkatkan status kampus hijau IAIN Sorong jadi universitas.

“Dengan mendekatkan pendidikan ke daerah kami, saya berterima kasih dan saya siap dukung full,” ujar Alfons Kambu.

Sebagai wujud dukungannya, Alfons Kambu pun mengatakan akan membawa hasil silaturahmi dengan pimpinan IAIN Sorong secara resmi di lembaga MRP PBD, karena itu Ia pun minta agar dokumen pengurusan alih status IAIN Sorong jadi universitas yang sudah diserahkan ke sekretariat Wapres juga diberikan kepada MRP PBD untuk ditelaah dan selanjutnya diserahkan ke BP3OKP.
“Sehingga kita mendorong lebih cepat jadi unversitas,”ujar Alfons Kambu.

Dalam dukungannya, Alfons Kambu sangat setuju dengan yang disampaikan oleh Rektor IAIN Sorong, Prof Hamzah bahwa dalam alih status IAIN jadi universitas, diusulkan 16 program studi (Prodi) dan salah satunya adalah Prodi Teknik Perminyakan.

“Saya harap anak-anak Papua bisa meraih ilmu itu secara dekat, kalau keluar sangat sulit dan pembiayaan sangat mahal,”tandasnya. Selain itu, Ia juga berharap agar dalam alih status IAIN Sorong jadi universitas agar melihat kemampuan anak-anak Papua dalam perekrutan tenaga dosen.

Ditemui usai acara silaturahmi, Alfons Kambu mengatakan, dukungan yang diberikan bukan karena ada kepentingan politik ataupun kepentingan lainnya, melainkan semata sebagai pelayanan kepada masyarakat.

“Untuk pertama kalinya saya di undang ke sini (kampus IAIN Sorong) dan meresponnya itu hanya karena pelayanan untuk menyediakan pondasi buat generasi kita kedepan, karena institut ini jadi universitas nanti akan terbuka untuk orang banyak. Jadi saya dukung full. Ini semua adalah kepentingan sosial bagi masyarakat, membangun kecerdasan anak bangsa itu kita dukung,” tegas Alfons Kambu.

Selain dari MRP Papua Barat Daya, dukungan penuh alih status IAIN Sorong jadu UIN juga disampaikan Pj Walikota Sorong yang diwakili Asisten II Setda Kota Sorong,Tamrin Tajudin, ST MM.

Dikatakan oleh Tamrin Tajudin, IAIN Sorong sudah berproses cukup lama dan telah menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang cukup handal, mengisi di seluruh komponen, seluruh aktivitas sehingga memberikan andil dalam pembangunan di Tanah Papua, khususnya di Kota Sorong.

Dalam rangka alih status IAIN jadi universitas ditegaskan Tamrin Tajudin, tidak perlu diragukan lagi, Pemerintah Kota Sorong pasti mendukung.

“Seandainya ada keinginan masyarakat semua untuk memberikan pernyataan resmi dari pemerintah kota dalam bentuk rekomendasi itu pasti tidak kita kesampingkan dan itu pasti kita utamakan. Dalam rangka alih status jadi universitas,itu tidak usah diragukan lagi. Karena itu juga tujuan dari Pemerintah Kota Sorong untuk membangun SDM yang handal di Tanah Papua,”ujar Tamrin Tajuddin.

Lebih lanjut dikatakan Tamrin Tajuddin, dengan hadirnya Provinsi Papua Barat Daya menjadi satu komitmen pemerintah bahwa harus pula hadir satu universitas negeri di provinsi termuda ini.

“Untuk itu dengan hadirnya universitas, dalam peningkatan status seperti ini, tidak ada satupun yang mengatakan bahwa itu tidak layak. Semua kita dukung upaya-upaya yang dilakukan oleh bapak rektor IAIN Sorong”ujar Tamrin Tajudin.

“Ini luar biasa, kemampuan berpikir beliau (Rektor IAIN Sorong) dan seluruh civitas akademika untuk mengubah status ini. Saya pikir ketika ada niat baik dari bapak rektor dan seluruh civitas akademika untuk mengubah stataus ini tidak memihak kepada kepentingan rektor dan civitas akademika, tapi seluruh masyarakat di Kota Sorong dan secara umum di Provinsi PBD. Untuk itu saya selaku pemerintah , mewakili walikota sangat mengapreseasi tentunya,” tandasnya.

“Jika dibutuhkan langkah-langkah kongkrit adanya peran serta Pemerintah Kota dalam mendorong ini semua, saya selaku pejabat yang diamanatkan siap memberikan dukungan penuh untuk ini semua,”imbuh Tamrin Tajudin.

Terkait dengan alih status jadi universitas, Rektor IAIN Sorong, Prof Hamzah menjelaskan proses yang telah ditempuh.

Dalam progresnya, Prof Hamzah menandaskan, untuk menjadi UIN, kurang 2 tahap. Menurutnya, saat ini posisi surat yang diajukan sudah diterima oleh Kepala Sekretariat Wapres.

Rekomendasi telah diberikan oleh berbagai pihak terkait, termasuk dari Pj Gubernur Provinsi Papua Barat Daya hingga Menteri Agama RI yang telah menyurat ke Wapres.

“Surat bapak menteri agama ke Wapres, bahwa IAIN Sorong kalau tidak menggunakan aturan normatif , berkaitan dengan alih status, karena peraturan menteri agama menetapkan sekian standar yang harus dipenuhi, dan untuk itu IAIN Sorong sampai kiamat pun tidak bisa, maka pak menteri mengambil satu opsi untuk menggunakan peraturan presiden Nomor 42 tahun 2023 tentang rencana induk percepatan pembangunan di Papua,” jelas Prof Hamzah.

Menindaklanjuti surat menteri agama, dari Sekretariat Wapres telah menggelar rakor dengan mengundang kementrian terkait. “Pada prinsipnya adalah, menunggu persetujuan atau memo dari Wapres,”ujar Rektor IAIN Sorong, Prof Hamzah.

Alih status IAIN Sorong jadi UIN Sorong juga terkait dengan menyongsong era Indonesia Emas di tahun 2045 menuju Papua cerdas. Dan satu modal besar yang dimiliki IAIN Sorong akan menjadi satu-satunya Universitas Islami di Papua yang memiliki rumah moderasi beragama dengan ketuanya adalah Pdt Obet Nego Maury, M.Th.

Dalam alih status jadi universitas, dikatakan oleh Rektor IAIN Sorong, pihaknya mengusulkan 16 prodi, salah satunya adalah prodi Teknik Perminyakan. Prodi Teknik Perminyakan diakui akan menjadi prodi termurah karena untuk laboratorium telah tersedia di sejumlah perusahaan minyak yang di Sorong, Papua Barat Daya.

“Harapan kita semua, Papua Barat Daya cerdas akan memasuki era baru, era kebangkitan, era keharmonisan dan era produktivitas,”ujar Rektor IAIN Sorong, Prof Dr Hamzah Khaeriyah, M.Ag.

Usai Ketua DMI Kota Sorong Drs Kisman Rahayaan, MM menyampaikan dukungannya yang mengawal proses menuju UIN Sorong, acara silaturahmi yang dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama dihadiri Asrena Pasmar 3 Kol Mar Nandang Permata Jaya, SE MM, sejumlah pejabat di lingkup Kemenag Kota dan Kabupaten Sorong, mahasiswa dan keluarga besar civitas akademika IAIN Sorong dan tamu undangan lainnya. (ams)

Tentang Penulis