Flag Counter
15 April 2024

Kitorang News

Harmoni dan Produktivitas

Pentas Seni Warnai Peringatan Hari Sumpah Pemuda

Tarian Zapin Gambud yang dipersembahkan mahasantri Mahad Al Jamiah IAIN Sorong.
Dr Muhammad Husain, M.Si saat menyampaikan sambutan peringatan 95 Tahun Sumpah Pemuda. (KitorangNews)
Tari mappadendeng yang ditampilkan IKAMI mengisi rangkaian pentas seni peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kampus IAIN Sorong. (KitorangNews)

SORONG- Disuguhkan dalam balutan pentas seni, peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2023 di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) berlangsung meriah.

Ditandai dengan pemukulan tifa, Rektor IAIN Prof Dr Hamzah, M.Ag yang diwakili Dr Muhammad Husain, M.Si membuka secara resmi kegiatan “95 Tahun Sumpah Pemuda” yang mengusung tema “ Upaya Membentuk Pemuda yang Loyal dan Berintegritas Menjemput Indonesia Emas Tahun 2045”.

Dipandu MC (master of ceremony) 3 mahasiswa IAIN Sorong, Puteri Regina, Muhammad Abuyah Nur Muallif dan Pipit Asrianti, anak-anak muda yang tergabung dalam berbagai kelompok dengan penuh energik menampilkan kemampuannya mulai dari puisi, tari-tarian, menyanyi hingga stand up comedy yang dibawakan oleh Alwan Fajar Ibrahim.

Puisi “Kerawang Bekasi ciptaan Chairil Anwar yang ditampilkan Abdulllah Sultin memukau penonton. Intonasi dan mimik yang begitu mendalami bait demi bait dari puisi yang dibawakan mengantarkan aplous panjang dari para penonton.

Tontonan yang menarik terlihat dari tari-tarian daerah yang ditampikan Forum Aktifitas Mahasiswa Ekonomi Syariah (Fames) dalam tarian nusantara, juga ada tarian adat Sulawesi Selatan “tari mappadendang” dari IKAMI serta “tarian saman” dengan gerakan yang kompak ditampilkan mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) 5 B.

Selain mahasiswa/i IAIN Sorong, dalam pentas seni memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 95 tahun, juga tampil para alumni , HMI serta tidak ketinggalan para mahasantri putera Mahad Al Jamiah IAIN Sorong yang tampil dalam tari zapin gambus. 

Tari Zapin Gambus juga menarik perhatian, dengan kostum ala Arab, tampak bagaimana Karmin begitu lincah dari rekannya yang lain mengayunkan langkah –langkah kakinya mengikuti irama gambus.

Sejumlah pengisi acara lainnya tampil maksimal, termasuk pengasuh Radio Ar Rafana , disapa Desy tampil membacakan puisi serta melantunkan tembang semangat “pasti bisa” menambah keseruan rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kampus IAIN Sorong.

“Jika kau merasa pemuda, ruang gerakmu seharusnya merdeka !. Tanpa ada rekayasa penguasa apalagi pengusaha yang mengiming-imingi berkarya-merdeka di perusahaannya. Pemuda, lawan sistem rekayasa perbudakan. Merdekakan masa depan rakyat”.

Itulah sepenggal bait dari puisi bertajuk “Jika Kau Pemuda” ciptaan Peri Sandi Hulzche yang dibawakan oleh Nur Aisyah Wulandari, mahasiswa semester 3 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) .

Dalam sambutannya, Dr Mujammad Husain mengajak kepada para mahasiswa, alumni dan tokoh pemuda lainnya sebagai pemangku penerima tongkat estafet , pemimpin bangsa di masa depan untuk bersiap menyambut dan mengawal tahun 2045 sebagai masa keemasan.

Para pemuda hendaknya melaksanakan ikrar Sumpah Pemuda dengan berperan dalam mengisi kemerdekaan ini. “Jangan bertanya siapa dia, jangan bertanya apa agamanya, apa sukunya, tapi bertanyalah apa yang dia bawa kepada negara, bertanyalah apa yang dia kontribusikan kepada negara ini,”ujar Dr Husain penuh semangat.

Dikatakan Dr Husain, inti dari peringatan Sumpah Pemuda adalah bagaimana kita kembali memahami sejarah Sumpah Pemuda, serta mengawal substansi kenapa kita merayakan Sumpah Pemuda.

Yang pasti dalam melaksanakan perannya, bagaimana pemuda dapat mengisi apa pesan panjang dari Sumpah Pemuda. 

“Butuh sebuah tekat yang totalitas, jangan sampai dalam perjalanan kemudian mencoba dimanfaatkan dengan sesuatu yang tidak subtantif dengan keberadaan negara kita. 

Termasuk hal-hal yang bisa mengganggu kedaulatan, mengganggu berkebangsaan kita. Ini merupakan amanah mengapa kita merayakan Hari Sumpah Pemuda ini. Karena sumpah pemuda ini adalah bagian dari perjuangan bangsa kita,”ujarnya.

Yang pasti di era saat ini, kata Dr Husain, pemuda hendaknya mampu berperan dibidangnya masing-masing sesuai dengan basic keilmuan, latar belakang pengetahun yang dimiliki.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan peringatan Sumpah Pemuda, Rahmayani mengaku bersyukur rangkaian acara berlangsung lancar. Bagaimana bisa berkolaborasi antara seluruh pangisi acara, dengan bagian teknik peralatan, butuh waktu sekitar 1 bulan. 

Ia pun bangga dengan rekan-rekan mahasiswa IAIN Sorong maupun para alumni yang telah turut berperan menyukseskan kegiatan ini.
Selain dosen, staf dan para mahasiswa, tampak hadir dalam kegiatan peringatan Sumpah Pemuda, pimpinan IAIN Sorong, tampak Kepala Bagian (Kabag) Umum Anwar Darwis. (ams)

Tentang Penulis