Flag Counter
21 July 2024

Kitorang News

Harmoni dan Produktivitas

Isra & Mi’raj dan Fungsi Pembinaan Badan Kesejahteraan Masjid (BKM)

Rektor IAIN Sorong Prof Dr Hamzah Khaeriah, M.Ag saat memimpin apel upacara 17-an di Kampus IAIN Sorong

Oleh : Prof. Dr. Hamzah Khaeriah, M. Ag. (Rektor IAIN Sorong)

Bagi umat Islam, peristiwa Isra Mi’raj adalah peristiwa yang hanya terjadi pada diri Nabi Muhammad SAW dan menjadi bagian dari Mujizat.

Peristiwa ini hanya dapat diterima dengan pendekatan iman. Dengan keimanan, maka peristiwa ini tidak sekedar menjadi undangan biasa dari Allah tetapi undangan yang sangat luar biasa.

Para Ulama menjelaskan bahwa shalat lima waktu yang menjadi kewajiban bagi umat Islam, adakah diperoleh dari peristiwa ini. Karena itu, problema keimanan, dapat diselesaikan dengan menjalankan shalat dengan baik dan benar. Karenanya, memang pendekatan rasional, oleh sebahagian ulama menyatakan tidak bisa didrjati dilakukan. Alasannya adalah bahwa akal memiliki keterbatasan dan juga peristiwa ini tidak bisa diulang dan diamati oleh orang lain.
Meskipun begitu, terutama shalat dapat didekati dengan pendekatan rasional dengan segala keterbatasan.

Alquran menyebut fungsi shalat bagi pelakunya adalah, mencegah perbuatan keji dan mungkar. Perbuatan secara faktual, kedua perbuatan ini berada dalam kehidupan sosial.

Dalam Islam selain perbuatan yang tampak seperti dalam ranah sosial, juga menyebut re fabg perbuatan hati. Hati memilikin fungsi yang sangat dominan dalam pelaksanaan suatu perbuatan.
Salah satu fungsi hati adalah tempat yang biasa dikenal dengan niat telah berdomisili. Kembal kepada shalat. Ada ulama berpandangan bahwa fungsi shalat secara sosial adalah mengatur tertib individu, keluarga dan sosial.

Dalam.kehidupan sosial, misalnya. shalat mengambil tempat pada pembinaan jamaah yang terlaksana di masjid dan mushallah melalui shalat jamaah. Shalat jamaah, tidak secara otomatis bisa mendorong masyarakat untuk menegakkan fungsi shalat. Tapi kehadiran Badan Kemakmuran Masjid atau BKM memiliki peran yang sangat besar. BKM ibarat penyedia dan pelayan super market, sementara para konsumen adalah jamaah yang memilih masjid untuk beribadah.

Terdapat produk yang ditawarkan oleh pengelola supermarket kepada konsumen dan juga teknik- teknik pelayanan yang mereka persiapkan dengan matang.

Nah, bagaimana tingkat kepuasan konsumen dalam mengunjungi supermarket, dan juga berapa besar manfaat yang dirasakan dan inspirasi yang diperoleh konsumen adalah hasil dari pada aspek manajemen yang dikembangkan okeh pengelola supermarket.

Nah, bagaimana kehidupan umat Islam dalam konteks fungsi shalat, tentu butuh penelitian tersendiri. Alquran sendiri mendorong umat Islam, agar memilih pakaian yang dipandang sebagai “perhiasan” setiap memasuki masjid.

Terdapat ulama yang memahami gagasan ” perhiasan” sebagai cermin bahwa masjid harus mendorong jamaahnya membedakan pakaian yang sekedar biasa dan pakaian yang berskala perhiasan.

Pakaian yang dimaksud ini berskala perhiasan tentu suci, terhormat, memenuhi standar menutup aurat, tidak pamer, dikenakan sebagai rasa syukur, dan tidak berlebih-lebihan.
Jadi konsep pakaian dalam arti kerhiasan, tidak sekedar pada bagian jadi tampilan tapi terkait dengan pola pikir dan sikap dari pemakainya.

Nah, tadi diuraikan bahwa peran BKM sangat strategis. Karenanya BKM, secara konseptual bisa dikatakan bahwa cara berpikir jamaah.masjid sangat dipengaruhi oleh manajemen BKM
Dalam Alquran pada surat Al Isra ayat (1) yang diakui sebagai dalil tentang pelaksanaan Isra sebagai rangkaian untuk Mi’raj, disebutkan ada dua kali masjid. Yakni masjid al Haram di Mekah dan masjid al Aqsha di Palestina. Penyebutan kedua masjid ini, dapat dipahami bahwa shalat yang kelak akan menjadi bagian Isra dan mi’raj, sangat terkait fungsional sosiologisnya dengan manajemen masjid. (**/ams)

Tentang Penulis