Flag Counter
13 July 2024

Kitorang News

Harmoni dan Produktivitas

Diskusi Jelang Buka Puasa Senin, Ketua DDI Sorong Raya Angkat Soal Arkanul Ma’had Sebagai Syarat Bangun Pesantren

Keterangan Foto: Ketua DDI Sorong Raya, Hamzah Khaeriyah (tengah) sedang berdiskusi dengan sebagian pengurus DDI.

Sorongkitorangnews.com – Bertempat di ruang kerja yang beralamat di Jalan Sorong-Klamono, Kilo 17, Ketua Umum Pengurus Daerah DDI Sorong Raya, Hamzah Khaeriyah ajak diskusi beberapa pengurus terkait arkanul ma’had (rukun pondok pesantren) sebagai syarat membangun pesantren, pada Senin (20/6/2022).

Pengurus yang sempat hadir pada diskusi jelang buka puasa sunnah senin tersebut di antaranya, Sekretaris Umum, H. Muhammad Satir, Koordinator Bidang Pendidikan, Muhammad Rusdi Rasyid dan Hasbullah dan Koordinator Bidang Dakwah dan Media, H. Muhammad Arsyad Ambo Tuo beserta anggota St. Umrah dan Ruslan Rasid.

Ketua Umum DDI Sorong Raya dalam diskusinya menyampaikan, membangun pondok pesantren setidaknya memiliki beberapa rukun yang harus terpenuhi agar dapat dikatakan sebagai pondok pesantren.

“Agar dikatakan sebagai pondok pesantren maka setidaknya ada beberapa unsur yang harus ada atau yang dikenal sebagai arkanul ma’had (rukun pondok) di antaranya, harus memiliki masjid, gedung asrama, gedung tempat belajar, rumah kyai/pembina, rumah ustadz dan kurikulum.” Ungkap Ketua Umum DDI Sorong Raya yang juga merupakan Rektor IAIN Sorong.

Ia pun menambahkan bahwa arkanul Ma’had ini merupakan dasar pembuatan rekomendasi berjenjang agar pondok pesantren yang ingin didirikan dapat memperoleh SK Ijin Operasional dari Kementerian Agama setelah dilakukan visitasi dan verifikasi.

“Inilah kiranya dasar kita untuk memperoleh SK Ijin Operasional Pondok Pesantren. Alhamdulillah kita sebagai Pengurus Daerah DDI Sorong Raya telah mendapat 2 tempat tanah wakaf, yatiu di SP 3 dan Katimin. Sisa yang kita lakukan lagi adalah membangun gedung-gedung pondok pesantren di atas tanah wakaf ini.” Ucapnya.

Selaku Ketua Umum DDI Sorong Raya, Hamzah Khaeriyah mengajak seluruh elemen masyarakat agar dapat berpartisipasi dan membangun niat baik DDI Sorong Raya dalam membangun pondok pesantren.

“Kita mengajak seluruh warga muslim se Sorong Raya untuk berbondong-bondong mengambil bagian dari amal jarriyah ini dan menjadi bagian dari keluarga besar DDI Sorong Raya sehingga ikut mendapatkan doa dan barokah dari pendiri DDI, Anregurutta K.H. Ambo Dalle.” Tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, H. Muhammad Arsyad Ambo Tuo menambahkan, untuk tahap awal di atas tanah wakaf ini dibangun 3 gedung ruang kelas baru, 1 gedung asrama, 1 rumah guru dan masjid.

“Sebagai tahap awal master plan, sebaiknya kita membangun tiga ruang kelas baru, satu gedung asrama, satu rumah kyai atau ustadz dan satu masjid.” Tambahnya.

Terkait dengan grand desain kurikulum yang akan diterapkan pada pondok pesantren DDI yang akan dibangun tersebut, kepada kitorangnews.com, Muhammad Rusdi Rasyid dan Hasbullah selaku yang membidangi bagian pendidikan mengatakan, teamnya sedang merancang kurikulum yang akan dipakai oleh Pondok Pesantren DDI Sorong ke depan.

“Alhamdulillah, kurikulumnya sudah mulai kita desain, karena berdasarkan arahan pak Ketua Umum DDI Sorong Raya pada rapat perdana sebelumnya mengarahkan agar pola pondok pesantren yang akan dibangun nantinya agar unsur moderen, klasikal dan unsur kearifan lokal diramu menjadi satu sehingga menghasilkan kurikulum yang benar-benar sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat muslim Sorong secara khusus dan Papua Barat secara umum.” Terangnya.

Kegiatan diskusi terkait dengan arkanul ma’had diakhiri dengan menyantap hidangan makanan berbuka puasa.***

Loading

Tentang Penulis