Flag Counter
3 December 2022

Kitorang News

Harmoni dan Produktivitas

Sesi Kuliah Tamu: Pusat Studi Pengembangan Ekonomi Syariah IAIN Sorong Hadirkan Direktur Pembiayaan Syariah, DJPPR Kemenkeu RI Sebagai Pemateri

Keterangan foto: flyer sesi kuliah tamu bersama Dwi Irianti Hadiningdyah, SH., MA. (Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko, Kementerian Keuangan Republik Indonesia).

Sorong, kitorangnews.com – Dalam rangka memberikan wawasan tambahan mengenai SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) kepada seluruh civitas akademik khususnya kepada para mahasiswa program studi ekonomi syariah, Pusat Studi Pengembangan Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong adakan kuliah tamu, pada Senin (18/7/2022).

Kegiatan ini terlaksana di Kampus IAIN Sorong dan dibuka oleh Plt. Wakil Rektor II, Drs. Hasbullah, M.Pd., Ph.D. dengan menghadirkan Direktur Pembiayaan Syariah, DJPPR Kemenkeu RI, Dwi Irianti Hadiningdyah, SH., MA. selaku pembicara beserta rombongan.

Turut hadir sebagai tamu undangan Kepala Biro AUAK IAIN Sorong, Dr. H. Muhammad Arsyad Ambo Tuo, M.Ag., hadir pula Kabag ULA, Direktur Pascasarjana, Mudir Mahad Al-Jamiah IAIN Sorong, Kepala UPT Perpustakaan, Kepala UPT TIPD, Ketua Badan Amil Zakat Nasional / BAZNAS Kabupaten Sorong serta para Dosen.

Dalam sambutan pembukaannya, Hasbullah mengatakan, untuk memajukan anak bangsa khususnya di Papua Barat dari segi kualitas SDM, IAIN Sorong sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak.

“Sesaat sebelum kegiatan ini di mulai, saya sempat bincang-bincang dengan Ibu Dwi, bahwa banyak hal yang perlu kita lakukan bersama untuk kemajuan anak bangsa di kawasan timur Indonesia, Papua ini khususnya peningkatan kualitas akademik dan memanfaatkan segala fasilitas yang telah disediakan oleh negara.” Tuturnya.

Tema yang diangkat pada kuliah tamu bersama Direktur Pembiayaan Syariah, DJPPR Kemenkeu RI ini adalah “Sukuk Negara untuk SDM Unggul.”

Dwi menuturkan, hingga 30 Juni 2022 total akumulasi penerbitan SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) sebanyak 2.088 triliun yang dilakukan dengan tiga metode penerbitan yaitu secara lelang (59%), private placement (31%) dan bookbuilding (10%). Adapun Outstanding SBSN pertanggal 12 Juli 2022 sebesar 1.228 triliun, (19,39%) dari total Outstanding SBN

Lebih lanjut, Dwi pun menjelaskan bahwa di pasar internasional, Indonesia menjadi penerbit Global Sovereign Sukuk (baca: sukuk valas) terbesar dan menempati urutan pertama.

Ia menuturkan, sampai dengan 30 Juni 2022 total sukuk valas yang diterbitkan oleh Indonesia mencapai USD26,9 miliar atau sekitar 23,4% dari total penerbitan global sovereign di pasar internasional, sehingga dengan capaian ini mengungguli Kerajaan Arab Saudi.

Dwi pun menyampaikan pada kuliah umumnya, hingga tahun 2022 ini Indonesia berhasil meraih 45 penghargaan dari berbagai Lembaga Internasional di antaranya seperti IFR Asia, Islamic Finance News, The Asset Triple A Awards, Climate Bond Initiative, Alpha Southeast Asia dan lain sebagainya.***

Tentang Penulis