Flag Counter
10 December 2022

Kitorang News

Harmoni dan Produktivitas

Studium General IAIN Sorong 2022 Angkat Tema Kepemimpinan, Prof. Nasar: Kriteria Pemimpin di Era Kompetitif dan Kolaboratif adalah Kredibel dan Kapabel

Imam Besar Masjid Istiqlal-Jakarta, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, MA. tengah memberikan kuliah umum pada kegiatan Studium General IAIN Sorong, di Aula IAIN Sorong, Senin, 26 September 2022. (Kitorangnews/RR).

Sorongkitorangnews.com – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong mengadakan kegiatan Studium General bertajuk “Mempersiapkan Pemimpin yang Sukses di Era Kompetitif dan Kolaboratif”, pada Senin (26/9/2022). Bertempat di Aula IAIN Sorong.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Rektor IAIN Sorong, Dr. Hamzah Khaeriyah, M.Ag. serta menghadirkan Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA. / Imam Besar Masjid Istiqlal – Jakarta sebagai narasumber.

Selaku narasumber pada kegiatan Studium General, yang akrab dipanggil dengan Prof. Nasar itu, menyampaikan bahwa tipe kepemimpinan para nabi yang termuat di dalam Al-Qur’an dapat dijadikan contoh agar menjadi pemimpin yang baik terutama di era kompetitif dan kolaboratif saat ini.

“Berbicara tentang pemimpin, Allah swt. telah menjelaskan kepada kita bagaimana pemimpin yang baik itu, melalui beberapa contoh kepemimpinan yang Allah ketengahkan dalam kitab-Nya, Al-Qur’an. Di antaranya sosok yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah Musa as. dalam surah Al-Qashash ayat 26. Dalam ayat tersebut, Musa as. disifati dengan dua sifat yaitu orang yang kuat (al-qawiyyu) dan orang yang dapat dipercaya (al-amiin).” Terangnya.

Lebih lanjut, “Inilah dua sifat yang harus dimiliki oleh seseorang yang bekerja untuk negara”. Unggahnya.

Dua sifat pada ayat di atas, Al-Quwwah dipahami sebagai kapabilitas, kemampuan dan kecakapan. Adapun Al-Amanah dimaknai sebagai sebagai integritas, kredibilitas dan moralitas.

Pada ayat lain pula, terang Prof Nasar. sosok pemimpin lainnya yang disebutkan di dalam Al-Qur’an adalah Nabi Yusuf as. di mana Allah mengabadikan perkataannya kepada Raja Mesir.

Dia Yusuf berkata “jadikanlah aku bendaharawan negeri (Mesir), karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga dan berpengetahuan.” (Q.S. Yusuf 12/55).

Prof. Nasar menyampaikan, ayat di atas Nabi Yusuf as. adalah hafiizhun yang maknanya adalah pandai menjaga. Adapun ‘aliimun adalah pintar atau pandai.

Oleh karenanya, lanjut Prof. Nasar dalam kuliah umumnya menyampaikan kepada para mahasiswa IAIN Sorong, kriteria pemimpin yang baik menurut pandangan Al-Qur’an adalah yang memiliki kredibilitas dan kapabilitas. Kedua kriteria ini harus ada pada diri seorang pemimpin.

“Kredibel dan kapabel, dua-duanya harus ada pada diri seorang pemimpin, bukan hanya salah satunya. Jika seorang pemimpin hanya kredibel tapi tidak kapabel, maka urusan akan berantakan. Karena diserahkan kepada yang bukan ahlinya. Begitupun sebaliknya, jika seorang pemimpin hanya kapabel tapi tidak kredibel, maka justeru akan minteri (baca: pandai menipu) rakyat, menjadi maling dan perampas hak-hak rakyat.” Tutupnya.

Kendatipun pemaparan Prof. Nasar pada studium general yang diadakan oleh IAIN Sorong terasa singkat namun narasi ilmiah-quraniyahnya mampu menggugah hati para peserta studium general yang hadir di ruang Aula IAIN Sorong.

Harapan besar dari pelaksanaan studium general yang mengangkat tema menyiapkan pemimpin yang sukses di era kompetitif dan kolaboratif adalah agar para mahasiswa menjadi pemimpin di masa sekarang maupun akan datang sebagai implementasi dari 4 Pilar IAIN Sorong yaitu Keislaman, Keindonesiaan, Kepapuaan dan kepemimpinan.***

Tentang Penulis