Flag Counter
26 February 2024

Kitorang News

Harmoni dan Produktivitas

Ramadan: Evaluasi, Tindaklanjut dan Evaluasi (11)

Gambar Ilustrasi (kitorangnews.com/RR)

Penulis: Hamzah Khaeriyah (Rektor IAIN Sorong / Ketua Umum Darud Da’wah wal Irsyad Papua Barat Daya)

Sorong.Kitorangnews.com – Sekarang kita sedang memasuki hari 11 ramadan, dalam konteks iktisab adalah apakah hari-hari yang lalu ibadah puasa dan ibadah terkait lainnya telah memberikan makna baru dalam kehidupan atau hanya sekedar pengulangan ritual semata. Yang terakhir in berarti tidak ada yang baru; tidak memberi dampak baru, bahkan mungkin justru mengalami defisit atau pengurangan.

Dalam sejarah turunnya wahyu Alquran, diketahui bahwa pada bulan ramadan malaikat Jibril datang menemui nabi Muhammad untuk mendengar bacaan Alquran dari nabi.

Banyak ulasan dan perspektif yang bisa dilakukan terkait kedatangan malaikat Jibril menemui nabi di bulan ramadan. Jika dikaitkan dengan konteks iktisab, maka bisa dikatakan bahwa bagi umat Islam padalah kesempatan untuk melihat pola pembacaan Alquran, apakah dari sisi kebiasaan membacanya atau dari sisi pendalaman terhadap makna ayat Alquran.

Secara sosiologis, pada bulan ramadan ditemukan kajian atau pendalaman terhadap pemahaman Alquran yang tumbuh mekar di berbagai tempat baik secara daring maupun luring baik di masjid maupun di tempat lain, baik kelompok maupun individual.

Kembali kepada iktisab yang bisa dimaknai dengan introspeksi. Introspeksi menjadi pilihan, agar stabilitas amal shaleh bisa terkendali.

Dalam Islam dikenal iman mengalami bertambah dan berkurang. Jika iman bertambah atau optimum, maka produk amal shaleh bisa meningkat. Tapi jika iman menurun, maka produksi bisa saja menurun atau tetap.

Dalam konteks iktisab, maka yang menjadi objek evaluasi adalah kondisi iman. Apa disfungsional atau fungsional. Atau fungsional namun belum optimum. Tentu kita punya harapan dan ikhtiar agar iman berada pada posisi optimum.

Pertanyaan yang perlu diajukan adalah apakah iman bisa mencapai optimum. Secara teologis sangat bisa. Jika melihat ajaran Islam, ada yang dikenal iman dan ihsan, sebagai yang terjadi pada dialog malaikat jibril yang datang menemui nabi Muhammad SAW dalam bentuk manusia.

Wallahu A’lam.

==BERSAMBUNG…===

.

Loading

Tentang Penulis