Flag Counter
26 February 2024

Kitorang News

Harmoni dan Produktivitas

Matrikulasi Mahasiswa Baru Pascasarjana IAIN Sorong 2023/2024

Rektor Institut Agama Islam Negeri Sorong Prof. Dr. Hamzah, M. Ag. dalam sambutannya mengatakan Karakteristik Islam adalah karaktristik agama yang terbuka.

Dimana Karakteristik tiap ajaran agama-agama memiliki perbedaan masing-masing sesuai dengan pemikiran dan pemahaman terhadap kitap suci yang dipelajari sebagai dasarnya dalam beragama.

Hal tersebut disampaikan langsung dalam acara Matrikulasi Mahasiswa Baru Pascasarjana bidang Dirasah Isamiyah atau Kajian Islam yang diselenggarakan oleh pascasarjana IAIN Sorong melalui sambungan zoom. (Ahad, 26 Agustus 2023).

Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh Wakil Direktur Pascasarjana Dr. Sudirman. M. H.I.

 

Hamzah juga menjelaskan bahwa sebagai agama terbuka maka Islam sampat berpeluang dianut oleh siapa saja dan dari latar belakang mana saja.

Hamzah menambahkan bahwa dalam Al-Qur’an menyebutkan Islam Rahmatan lil’alamin adalah Islam yang kehadirannya di tengah kehidupan masyarakat mampu mewujudkan kedamaian dan kasih sayang bagi manusia maupun alam, siapapun itu dan dari latar bekang manapun. Informasi yang di alamatkan kepada Islam baik yang mungkin sama atau berbeda dengan umat Islam, kiranya informasi itu diketakkan pada karakteristik sebagai agama terbuka. Bahwa pengakuan dari kalangan Islam tentang agamanya adalah bagian dari kepercayaan oleh internal islam itu sendiri.

Namun terdapat kritik yang berasal dari luar baik yang dilakukan oleh siapa saja. Maka hal tersebut kiranya perlu dijawab dengan argumentatif. Dalam sejarah Islam, menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW. pergi ke Thaif untuk meminta bantuan serta perlindungan dari keluarganya yang berada di kota itu,
yaitu Kinanah yang bergelar Abu Jalail dan Mas’ud yang bergelar Abu Kuhal serta Habib.

 

Mereka adalah para pembesar dan penguasa di Thaif yang berasal dari keturunan Tsaqif.

Nabi Muhammad SAW. berharap dakwahnya diterima oleh masyarakat Thaif. Akan tetapi harapan itu tidak menjadi kenyataan, karena mereka tidak mau mem berikan perlindungan dan bantuan apapun kepada Nabi Muhammad SAW.

Mereka menolak membantu Nabi Muahammad karena mereka menghindari perselisihan dengan masyarakat Mekkah. Selain itu mereka telah terhasut oleh pengaruh Abu Jahal dan para pembesar kafir Quraisy yang memberitakan bahwa apa yang diajarkan Muhammad adalah kebohongan-kebohongan besar dan akan menyesatkan bangsa Arab.

Mereka mengusir Nabi Muhammad dengan dilempari batu oleh pemuda Thaif. Nabi Muhammad mengalami luka parah akibat lemparan batu. Dengan pakaian yang berlumuran darah dan penuh luka, Nabi Muhammad meninggalkan Thaif, menghindari kejaran penduduk Thaif. beliau beristirahat di sisi kebun anggur milik dua bersaudara Uthbah dan Syaibah, anak Rabiah. Nabi Muhammad menengadahkan muka ke langit mengadukan nasib yang dideritanya kepada Allah.

“Ya, Allah kepada-Mu aku mengadukan kelemahanku kurangnya kesanggupanku, dan kerendahan diriku berhadapan dengan manusia. Wahai Dzat Yang Maha Pengasih ladi Maha Penyayang. Engkaulah Pelindung bagi si lemah dan Engkau jualah pelindungku! Kepada siapa diriku hendak Engkau serahkan? Kepada orang jauh yang berwajah suram terhadapku, ataukah kepada musuh yang akan menguasai diriku?

Jika Engkau tidak murka kepadaku, maka semua itu tak kuhiraukan, karena sungguh besar nikmat yang telah Engkau limpahkan kepadaku. Aku berlindung pada sinar cahaya wajah-Mu, yang menerangi kegelapan dan mendatangkan kebajikan di dunia dan di akherat dari murka-Mu yang hendak Engkau turunkan dan mempersalahkan diriku. Engkau berkenan. Sungguh tiada daya dan kekuatan apa pun selain atas perkenan-Mu.”

Lalu Rasulullah mengutus seorang lelaki dari Khuza’ah untuk menemui Muth’am bin Adi dan mengabarkan bahwa Rasulullah ingin masuk ke Mekkah dengan perlindungan darinya. Keinginan Rasulullah ini diterima oleh Muth’am sehingga akhirnya Rasulullah kembali memasuki Mekkah.

Artinya apa, nabi membalas atau mendiamkan, ternyata nabi memberi jawaban kepada Jibril, “Allahummahdi qaumi fainnahum la ya’lamun” Artinya Ya Allah berikan petunjuk kaumku, sesungguhnya mereka tidak mengerti”

Maka dengan demikian pascasarjana dapat melahirkan Magister baru yang secara sosiologis disebut dengan kelas menengah dan dapat memberikan konstribusi dalam kepentingan kemaslahatan ummat yang religius dan dapat memberikan contoh dan teladan yang baik ke pada masyarakat. Harap Hamzah. Has******

Loading

Tentang Penulis