Flag Counter
3 December 2022

Kitorang News

Harmoni dan Produktivitas

Keterangan foto: rektor IAIN Sorong (kiri), Mardani Ali Sera (tengah), dan H. Taslim (kanan) pada acara Sarasehan dan Temu Tokoh di kampus IAIN Sorong (23/11/2020)

Sorong, kitorangnews.com – Status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong disahkan delapan bulan yang lalu. Melalui Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2020 tertanggal 28 Februari 2020. Rupanya rektor IAIN Sorong menginginkan status IAIN tersebut segera beralih menjadi UIN Sorong. Bahkan pria lulusan doktor di UIN Jakarta tersebut berharap perlahihan status ke depannya bukan lagi bernama UIN Sorong melainkan Universitas Sains Islam Sorong. Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber pada acara Sarasehan dan Temu Tokoh yang diselenggarakan oleh IAIN Sorong, Senin (23/11/2020).


“Dari sisi sejarah alih status menjadi IAIN ini adalah hanya jadi sebagai tujuan antara, tidak bisa dijadikan sebagai tujuan akhir. Nah, ini akan masuk menjadi alih status menjadi UIN. Kalau sudah menjadi UIN, maka kemudian Sorong akan selevel dengan Jakarta dan kota-besar lainnya” ujar rektor.


Lebih lanjut, Dr. Hamzah, M.Ag., mengatakan apabila nantinya perubahan IAIN menjadi UIN terealisasi, ia akan menyarankan nama dengan nama Universitas Sains Islam Negeri Sorong.


“mungkin ke depan kita tidak lagi menyebut Universitas Islam Negeri Sorong. Mungkin kita akan menyebut nama Universitas Sains Islam Negeri Sorong” demikian kata rektor.


Acara yang digelar di Gedung Fakultas Tarbiyah Terpadu IAIN Sorong tersebut menghadirkan Dr. H. Mardani Ali Sera, M. Eng., sebagai narasumber kunci. Ia diundang ke IAIN Sorong, agar bisa melihat langsung kondisi perkembangan ilmu pengetahuan di tanah Papua.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut mengaku bahagia dapat menghadiri undangan rektor IAIN Sorong. Selain karena cinta terhadap Papua, ia juga ingin kemajuan Papua dapat dimulai dari lingkungan akademik.


“bahagia sekali dapat menghadiri satu symposium yang nyambung, tadi saya ngomong dengan Pdt. Obet, bahwa saya cinta papua” ujar Mardani.
Mardani menambahkan, bahwa kemajuan dan peran ilmu pengetahuan itu sangat berpengaruh terhadap kemajuan suatu daerah atau bangsa. Ia juga menyampaikan, kalau pemerintah sudah melakukan usaha yang maksimal dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.


“DPRnya bekerja, pemerintahnya juga bekerja, kita bahas bersama-sama, pasti tidak ada yang sempurna, karena siapa yang mencari kesempurnaan tidak akan ketemu, pak rektor. Tetapi, kesempurnaan itu akan ada ketika semuanya merasa saling memiliki. Nah, oleh karena itu, pada poin pertama ini, majunya Papua, dan apalagi saya tertarik dikaitkan dengan IAIN Sorong” ujar Mardani.


Apa yang disampaikan oleh Mardani Ali Sera tersebut, sangat relevan dengan kondisi yang terjadi di tanah Papua.
Seperti halnya yang disampaikan oleh rektor IAIN Sorong, Dr. Hamzah, M.Ag., bahwa pengembangan kawasan Papua harus dimulai dari sudut pendidikan. Sehingga, setiap acara symposium atau pun sarasehan, rektor selalu menyarankan untuk menambahkan poin pengembangan Papua pada tema acara.


“tema tentang pengembangan kawasan Papua ini sudah beberapa kali kita angkat. Hal ini bertujuan kalau IAIN Sorong serius dalam mewujudkan kemajuan papua lewat pendidikan” tutupnya.

Tentang Penulis