Flag Counter
3 December 2022

Kitorang News

Harmoni dan Produktivitas

Kiprah Majelis Taklim di Kabupaten Sorong Konsisten Mencerahkan Umat

Foto Bersama Pengurus Majelis Taklim, Penasehat Gabungan Majelis Taklim dan Rektor IAIN Sorong

Sorong (kitorangnews.com) – Pada momen peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad saw. telah berlangung Pelantikan Gabungan Majelis Taklim (GMT) Distrik Mega, Kabupaten Sorong, Papua Barat. Kegiatan yang dilaksanakan di pelataran masjid kampung yang ikuti oleh warga muslim Distik Mega berlangsung khidmat.  Acara yang berlangsung pada pagi hari (11/3/2021) tersebut turut dihadiri oleh Istri Bupati Sorong, Junita Linda Kamuru dan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong, Hamzah Khaeriyah, keduanya berkesempatan memberikan motivasi kepada pengurus mejelis taklim Distrik Mega untuk terus mengembangkan syiar Islam.

Junita selaku penasehat GMT Kabuten Sorong mengaku berterima kasih kepada gabungan majelis taklim yang konsisten mengawal pengembangan syiar Islam bagi pemeluknya di Kabupaten Sorong. Ia juga mengucapkan selamat kepada pengurus yang dilantik dan harapan mereka dapat menjadi ujung tombak dalam syiar agama Islam di Distrik Mega secara khusus dan Kabupaten Sorong secara umum.

Foto Junita Linda Kamuru seusai menyampaikan sambutan

“saya mengucapkan terima kasih kepada GMT Distrik Mega yang konsisten mengawal pengembangan syiar Islam bagi umat muslim. Selamat juga saya ucapkan kepada pengurus yang telah dilantik. Saya berharap GMT bisa menjadi ujung tombak kemajuan dalam syiar agama” ucapnya.

Sementara itu ketua GMT Kabuten Sorong, Hj. Sarbanun, dalam sambutannya mengisahkan tentang majelis taklim yang telah lama terbentuk di Kabupten Sorong. Dalam fase awal kepengurusannya, Hj. Sarbanun mengungkapkan GMT Kabupaten Sorong belum terkoordinir dengan baik. Sehingga, kehadirannya menjadi tugas awal untuk menyatukan konsep dakwah majelis taklim yang ada di Kabupaten Sorong.

“Dalam sambutan ini, izinkan saya untuk menceritakan sedikit tentang GMT Kabupaten Sorong. Awal kepengurusan, saya memiliki PR yang banyak. GMT ini belum terkoordinir dengan baik, sehingga tugas awal saya adalah menyatukan dulu konsep dakwah semua majlis taklim yang ada di Kabipaten Sorong” ungkapnya.

Wanita yang merupakan alumni IAIN Sorong tersebut menambahkan, bahwa majelis taklim di Distrik Mega tergolong unik, sebab majelis taklim ini berada di perbatasan Kabupaten Sorong dan Kabupen Tambraw, dengan jarak yang cukup jauh dari pusat Kabupaten Sorong. Sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi pengurus GMT Kabupaten Sorong untuk turut berpartisipasi dalam pengembangan kegiatan keislaman. Ia juga berterima kasih kepada rektor IAIN Sorong yang menghadiri undangan  pelantikan GMT sekaligus sebagai penceramah pada peringatan Isra Mikraj.

Acara dilanjutkan dengan uraian hikmah Isra dan Mikraj Nabi Muhammad saw. yang dibawakan oleh rektor IAIN Sorong, Hamzah Khaeriyah.

Foto rektor IAIN Sorong (Dr. Hamzah Khaeriyah, M.Ag.) saat menyampaiakan ceramah peringatan Isra Mikraj

Dalam ceramahnya rektor IAIN Sorong mengajak para pengurus dan peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut untuk sejenak mengenang sejarah Isra Mikraj Nabi Muhammad saw. Ia menekankan bahwa urgensi pendirian sholat menjadi poin tersendiri dalam peristiwa Isra Mikraj, sebab di sanalah Nabi Muhammad menerima perintah pelaksanaan salat lima waktu bagi umatnya.

“Salat adalah buah yang dihasilkan dari peristiwa ini yang kemudian menjadi kewajiban atau salah satu rukun Islam”. ucap rektor.

Ia pun mengaitkan peristiwa Isra Mikraj ini dengan tahapan dalam pelaksanaan salat. Bahwa sebelum salat selalu diawali dengan kegiatan bersuci yang bisa dikaitkan dengan makna ‘Isra’ dan diakhiri dengan salam yang bisa dikaitkan dengan makna ‘Mikraj’.

Menyikapi pelantikan majelis taklim dan peringatan Isra Mikraj tersebut, Rusdin selaku takmir masjid Distrik Mega mengaku berterima kasih dengan aktivitas majelis taklim yang telah berjalan lama, sehingga menjadi percontohan bagi generasi muda untuk  tetap dekat dengan Al-Qur’an dan masjid. Ia juga menceritakan bahwa ada niat dari warga untuk membangun TPA di Distrik Mega, namun ada kendala tertentu.

“Dari dulu kami sudah ingin membangun TPA, bahkan sudah ada warga yang mewakafkan tanahnya untuk itu, namun kami memiliki kendala keuangan untuk biaya bahan dan jasa pembangunannya”. ucapnya.

Ia masih berharap kiranya ada dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat untuk turut andil dalam membangun generasi Islam yang paham agama di Tanah Papua.

Acara yang berlansung lebih dari dua jam tersebut memiliki kesan tersendiri bagi para tamu undangan, sebab acara tersebut turut dimeriahkan oleh kelompok qosidah dari anak-anak asuhan majelis taklim menjadi penambah antusiasme warga dalam menyaksikan acara hingga selesai.

Tentang Penulis