Flag Counter
10 December 2022

Kitorang News

Harmoni dan Produktivitas

(foto rektor IAIN Sorong (tengah) dengan ketua Baznas
Kota Sorong (kanan) dan ketua Baznas Kabupaten Sorong (kiri
)

Sorong (kitorangnews) – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong, Dr. Hamzah, M.Ag., menyebutkan kalau dosen harus memenuhi tanggung jawabnya sebagai tenaga pendidik di perguruan tinggi, yakni melaksanakan tri dharma perguruan tinggi. Hal tersebut ia sampaikan pada saat acara sarasehan pengabdian kepada masyarakat berbasis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Gedung Fakultas Tarbiyah IAIN Sorong lantai I, Rabu, 3/3/2021.

“alasan kita selenggarakan acara ini adalah agar para dosen IAIN Sorong dapat mewujudkan tanggung jawabnya sebagai dosen, yaitu tri dharma perguruan tinggi. Jadi, mereka tidak hanya mengajar dan meneliti, tetapi juga harus melakukan pengabdian kepada masyarakat” ungkap rektor.

Kegiatan yang dilaksanakan dengan cara luring dan daring (zoom) tersebut dihadiri oleh Ketua Baznas Kota dan Kabupaten Sorong, civitas academica IAIN Sorong, dan para penerima bantuan Baznas Kota dan Kabupaten Sorong.
Pada momen tersebut, rektor menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Baznas Kota maupun Kabupaten Sorong, karena telah bersedia berkerja sama dengan IAIN Sorong dalam menyelenggarakan sarasehan pengabdian masyarakat.

“IAIN Sorong berterima kasih kepada pimpinan Baznas (kota/kabupaten) dan kepada para penerima manfaat, sudah mau terlibat menyukseskan acara ini” ucapnya.
Di waktu yang bersamaan, rektor menceritakan salah satu gebrakan kepemimpiannya dalam membranding IAIN Sorong. Ia menginginkan kampus IAIN Sorong menjadi kampus konvensional, maya, dan kerakyatan. Ia juga menyinggung apa yang sedang dialami oleh semua kampus di masa covid-19 ini, seperti melakukan kegiatan akademik dan non akademik menggunakan media telah lebih dulu dipikirkan oleh IAIN Sorong empat tahun silam.

“IAIN Sorong semenjak tahun 2017 sudah membuka diri. Pada tahun tersebut para pimpinan mencetuskan branding kampus dalam tiga kategori, yakni kampus konvensional, kampus maya, dan kampus kemasyarakatan” ucap pria yang membawa STAIN berubah status menjadi IAIN Sorong.

Di akhir sambutannya, rektor tak lupa menyelipkan kalimat persuasif. Dalam momen tersebut merupakan kondisi yang pas untuk memperkenalkan IAIN dan mengajak masyarakat untuk memasukkan sanak saudaranya melanjutkan studi di IAIN Sorong.

“terakhir, saya ingin sampaikan kepada kita semua yang hadir di sini maupun yang melalui zoom, bahwa kerja sama kita tidak selesai sampai di sini. Namun, IAIN Sorong juga mengajak kita semua untuk melakukan kerja sama dalam hal penerimaan mahasiswa baru” tutupnya.

Merespons apa yang diutarakan oleh rektor IAIN Sorong tersebut, Ketua Baznas Kota Sorong menyambut baik semua niat yang ingin diwujudkan rektor melalui jalinan kerjasama. Bahkan ia memberikan apresiasi yang tinggi kepada rektor IAIN Sorong berserta civitas academica. Ketua Baznas Kota Sorong juga mengira undangan yang dilayangkan oleh rektor hanya sekedar silaturahmi biasa.

“saya berserta jajaran pimpinan yang menhadiri acara hari ini mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setingi-tinggi kepada rektor IAIN Sorong yang telah menginisiasi acara yang luar biasa ini. Tadi saya kira diundang sekedar silaturahim saja. Tapi ternyata ada acara seremonial yang luar biasa” apresiasinya.

Pimpinan Badan Amil dan Zakat Nasional (Baznas) Kota Sorong tersebut juga memberikan pujian personal terhadap rektor. Ia menganggap sosok Dr. Hamzah, M.Ag., merupakan sosok yang hebat dan memiliki sepak terjang tinggi dalam dunia kepemimpinan.

“Pak rektor ini luar biasa. Beliau adalah orang hebat, dulu beliau juga sempat menjabat sebagai Dewan Pertimbangan Baznas Kota Sorong” pujinya.

Dari sekian hal yang dijabarkan Ketua Baznas Kota Sorong, terdapat satu poin yang berhasil direkam oleh kitorangnews, yaitu Ketua Baznas mengungkapkan terkait dengan esensi bantuan yang diterima oleh para penerima manfaat. Ia sependapat dengan apa yang disampaikan oleh rektor IAIN Sorong yang menganggap terkadang penerima bantuan tidak memahami secara utuh prinsip dan esensi bantuan yang diberikan oleh Baznas. Oleh karenanya, tepat apa yang dinisiasi oleh IAIN Sorong yang mau berkerja sama dalam hal pendampingan para penerima bantuan pra, proses, dan pasca penerimaan bantuan. Sehingga, tujuan dari pemberian bantuan itu tepat sesuai dengan yang diharapkan.

“Betul apa yang dikatakan oleh rektor bahwa penerima bantuan harus diubah pola pikirnya supaya mereka tidak menganggap bantuan itu sebagai miliki pribadinya, dan bebas memanfaatkan sesuai keinginannya. Kami juga berterima kasih atas kepedulian IAIN Sorong sudah mau memfasilitasi kami dalam pendampingan penerima bantuan agar bantuan itu tepat sasaran” tutunya. (L)

Tentang Penulis