Flag Counter
10 December 2022

Kitorang News

Harmoni dan Produktivitas

Skor TOEFL Menjadi Syarat Yudisium dan Implementasi Konsultan Muda, UPB Menyelenggarakan Try Out Akbar & Pelatihan TOEFL

Keterangan foto: Banner acara Try Out & Pelatihan TOEFL

Sorong, kitorangnews.com – Gagasan Konsultan Muda ini menjadi tranding di kalangan civitas academica Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong. Konsep pemikiran tersebut digagasan langsung oleh rektor IAIN Sorong, Hamzah Khaeriyah. Sehingg, berbagai program atau kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat kampus IAIN Sorong diarahkan untuk berorientasi terhadap gagasan konsultan muda tersebut. Salah-satunya ialah program penguatan dan pengembangan dalam bidang kebahasaan. Di samping itu, untuk mewujudkan lulusan IAIN Sorong memiliki daya saing global, maka melalui Unit Pengembangan Bahasa IAIN Sorong, konsep Konsultan Muda ini dikemas dalam kegiatan Try Out Akbar & Pelatihan TOEFL Super Intensive bagi Mahasiswa S.1 dan S.2 IAIN Sorong. Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama tiga hari, yakni mulai tanggal 1 s.d. 4 November 2021, di Gedung Aula Fakultas Tarbiyah.

Sebanyak 65 mahasiswa IAIN Sorong yang akan digebleng untuk bisa menjadi konsultan muda di bidang bahasa Inggris. Enam puluh lima orang mahasiswa tersebut berhasil lolos sebagai peserta setelah melalui tahapan registrasi. Mereka yang terjaring tersebut termasuk mahasiswa yang beruntung. Sebab, kegiatan ini merupakan kegiatan yang tidak memungut biaya dari peserta alias gratis.

Sesi penjelasan konsep acara oleh Mentor (Misnariah Idrus)

Lalu Nasrulloh, selaku Plt. Kepala Unit Pengembangan Bahasa menuturkan, tujuan utama dari penyelenggaraan Try Out & Pelatihan TOEFL tersebut, selain untuk mewujudkan mahasiswa IAIN Sorong menjadi konsultan muda di bidang bahasa Inggris, di samping itu penyelenggaraan ini sebagai warming up bagi mahasiswa S.1 dan S.2 IAIN Sorong sebelum mengikuti atau menempuh tes untuk mendapatkan skor minimal TOEFL sebagai persyaratan mengikuti yudisium.

“kegiatan sebagai ajang pemanasan sebelum kalian (peserta) menempuh tes yang sesungguhnya, yakni tes TOEFL untuk mendapatkan skor minimal sebagai persyaratan kelulusan. Sebagaimana isi Surat Pemberitahuan Wakil Rektor 1. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai bentuk implementasi gagasan konsultan muda yang digagas oleh pak rektor” ungkap Lalu dalam sambutannya saat membuka acara pembukaan.

Pertengahan tahun depan (2022), lanjut Lalu, persyaratan skor TOEFL mulai diberlakukan. Hal inilah yang menjadi alasan penjaringan peserta Try Out & Pelatihan ini diambil dari semester 5.

“Insya Allah berdasarkan Surat Pemberitahuan Warek 1 tersebut, mulai tahun 2022 pertengahan, melalui Unit Pengembangan Bahasa akan menyelenggarakan tes TOEFL atau English Proficiency Test (EPT) bagi mahasiswa S.1 dan S.2, yang di mana skor tes EPT itu akan dijadikan sebagai persayaratan mengikuti yudisium” lanjut Lalu.

Ia juga tak lupa menyampaikan skema skor minimal sebagai persyaratan yudisium tersebut. Ia menjelaskan antara S.1 dan S.2 skor minimal yang dipersyaratkan berbeda. Begitu juga halnya dengan prodi TBI dan non-TBI.

“Skor minimal yang harus didapatkan oleh mahasiswa S.1 non-prodi TBI adalah 380. Mahasiswa pascasarjana 400, dan mahasiswa prodi TBI 450” demikian penjelasan Lalu.

Sedangkan, terkait dengan konsep acara Try Out & dan Pelatihan TOEFL ini disampaikan oleh Misnariah Idrus. Selaku satu-satunya mentor dalam pelatihan tersebut, ia menyampaikan dan menjelaskan kepada para peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan serius. Ia juga menyampaikan bahwa tidak semua peserta Try Out yang dilaksanakan di hari pertama memiliki peluang untuk mengikuti pelatihan TOEFL selama tiga hari.

“Kalian harus serius mengikuti ini. Dan perlu kalian (peserta) ketahui, tidak semua kalian bisa mengikuti pelatihan yang akan dilaksanakan selama tiga hari. Jadi, aturannya adalah 50 nilai Try Out terbaik yang bisa mengikuti pelatihan” demikian terang Misna.

(LN)

Tentang Penulis