Flag Counter
10 December 2022

Kitorang News

Harmoni dan Produktivitas

Kekuatan Iman dan Perubahan Pola Pikir

Rektor IAIN Sorong Dr. Hamzah, M.Ag.
saat berkhutbah di Masjid Al Azhar GOR Kota Sorong (Kitorangnews/dok)

Sorongkitorangnews.com – Khutbah Rektor IAIN Sorong di Masjid Al Azhar GOR, Jumat (11/2/2022).

Kehidupan dunia sangatlah menyilaukan oleh karenanya sebagai orang yang beriman hendaknya meletakkan dunia itu dibelakangnya.

Jika dunia kita letakkan di depan maka inilah yang menyebabkan kebanyakan manusia silau akan kegemerlapan dunia, sehingga boleh jadi tidak lagi memperhatikan mana halal, mana haram, mana yang baik, mana yang benar, mana yang bisa dilakukan, mana yang tidak bisa dilakukan, mana yang bermanfaat dan mana yang tidak bermanfaat.

Itulah sebabnya salah satu hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang begitu masyhur disebutkan bahwa:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Dua rakaat salat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya” (HR. Muslim).

Berdasarkan hadits tersebut sholat sunah fajar jauh lebih besar pahalanya daripada dunia dengan seluruh isinya. Oleh karena itu, keimanan kita harus disimpan di atas segalanya.

Kita percaya tentang kekuatan niat, selain itu kita juga harus percaya tentang kekuatan keikhlasan. Dengan ikhlas maka tidak ada beban, kewajiban ibadah menjadi ringan, bahkan mampu mendisiplinkan sholat subuh kita. Inilah salah satu makna kekuatan iman.

Masalah yang kita hadapi boleh jadi besar tetapi karena kekuatan iman dan keikhlasan maka masalah besar itu bisa jadi mengecil.

Demikian pula jika kekuatan keikhlasan kita mengecil maka masalah sekecil apapun bisa jadi membesar. Oleh karena itu mari kita merawat dan membangun keimanan kita didahuli dengan keikhlasan kita kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Iblis tidak mampu mengoda hamba Allah yang mukhlas, tetapi iblis mampu menggoda hamba Allah yang ahli ibadah dan berilmu jika keikhlasannya lemah.

Kekuatan ibadah, iman, keikhlasan adalah kunci kebahagian dengan demikian kita selalu bersyukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Kesimpulannya adalah dunia itu dalam genggaman orang beriman, kehidupan diarahkan oleh kekuatan iman dan ikhlas, dan orang beriman adalah penebar kebaikan tanpa batas. (hlm)

Tentang Penulis