Flag Counter
10 December 2022

Kitorang News

Harmoni dan Produktivitas

Kepala Biro IAIN Sorong, M. Arsyad Ambo Tuo Bekali Mahasiswa KKN Terpadu 2022 Tentang Moderasi Beragama dalam Multikultarisme di Papua Barat

Keterangan foto: Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan IAIN Sorong, Dr. H. M. Arsyad Ambo Tuo, M.Ag. tengah memaparkan materi moderasi beragama kepada para Mahasiswa KKN-T Tahun 2022 di Gedung Aula IAIN Sorong, pada Kamis 04 Agustus 2022. (Kitorangnews/RR).

Sorongkitorangnews.com – Kepala Biro AUAK Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong, H. Muhammad Arsyad Ambo Tuo atau yang akrab disapa dengan H. Ambo Tuo memberikan pembekalan sekaligus ceramah kepada Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKNT) 2022 yang bertempat di Gedung Aula IAIN Sorong, pada Kamis (04/8/2022).

Kegiatan pembekalan tersebut dihadiri sebanyak 194 Mahasiswa KKNT yang berasal dari berbagai program bidang studi yang ada di IAIN Sorong.

Turut hadir dan mendampingi dalam kegiatan tersebut, Ketua LP2M IAIN Sorong, Syahrul dan beberapa Dosen Pembimbing Lapangan serta Staf Rektorat.

Lebih kurang dua jam, H.M. Arsyad Ambo Tuo mengupas tuntas tentang Moderasi Beragama dalam Multikulturalisme di Papua Barat.

Ia pun memberikan pesan kepada mahasiswa agar setidaknya memiliki empat indikator nilai moderasi beragama pada saat diterjunkan ke lapangan atau tempat tugasnya yaitu komitmen kebangsaan, anti kekerasan, toleransi dan adaptif terhadap budaya lokal.

“Empat indikator nilai moderasi beragama yang harus dimiliki mahasiswa ketika turun di lapangan yaitu komitmen kebangsaan, anti kekerasan, toleransi dan mampu menyesuaikan diri dengan adat dan budaya lokal setempat. Manakala mahasiswa memiliki empat indikator ini maka ia telah sukses membawa almamater IAIN Sorong sebagai kampus yang harmoni dan produktifitas di tengah masyarakat.”

Dalam sela diskusi dan tanya jawab, H.M. Arsyad Ambo Tuo memberikan wejangan kepada mahasiswa agar lebih menghargai terhadap setiap perbedaan dan menjunjung tinggi persaudaraan tanpa membeda-bedakan rasa, adat, suku dan agama.

Moderasi beragama dalam konteks multikulturalime di Papua Barat dalam pandangan M. Arsyad Ambo Tuo di samping membutuhkan pendekatan keagamaan juga membutuhkan pendekatan kearifan lokal serta mampu memecahkan persoalan dari setiap permasalahan.

Lebih lanjut, H.M. Arsyad Ambo Tuo menggambarkan dalam tataran praktis, pengembangan wawasan multikultural pada lapisan masyarakat masih sangat minim sehingga ia berharap dengan kehadiran para Mahasiswa KKN Terpadu IAIN Sorong mampu menjadi agen-agen moderasi beragama di masyarakat.

Praktik moderasi beragama dalam pandangan H.M. Arsyad Ambo Tuo yang dapat dilakukan oleh para mahasiswa di tengah-tengah masyarakat multikutural di Papua Barat adalah dengan cara menghargai pendapat orang yang berbeda pandangan, bersikap toleran dan mengakui keberadaan orang lain.

Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) IAIN Sorong merupakan salah satu program pada setiap tahun akademik yang menjadi jembatan pengabdian bagi IAIN Sorong untuk menjangkau masyarakat secara langsung melalui dedikasi para mahasiswa yang diturunkan ke lapangan.***

Tentang Penulis