Flag Counter
3 December 2022

Kitorang News

Harmoni dan Produktivitas

Kepala Biro AUAK, H.M. Arsyad Ambo Tuo Berikan Pembinaan Keagamaan kepada Mahasantri Mahad Al-Jamiah IAIN Sorong

Keterangan foto: Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan IAIN Sorong, Dr. H. M. Arsyad Ambo Tuo, M.Ag. tengah memberikan pembinaan keagamaan melalui bahasa agama kepada para Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah IAIN Sorong di Rektorat Lt.II, pada Rabu 12 Oktober 2022. (Kitorangnews/RR).

Sorongkitorangnews.com – Kepala Biro AUAK Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong, Dr. H. Muhammad Arsyad Ambo Tuo, M.Ag. memberikan pembinaan keagamaan (baca: ta’lim) kepada Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah IAIN Sorong, pada Rabu (12/10/2022) di Gedung Rektorat Lt.II IAIN Sorong.

Pembinaan keagamaan melalui bahasa agama ini merupakan program rutin pekanan yang dilakukan oleh Ka. Biro IAIN Sorong kepada seluruh Mahasantri Putra maupun Putri Ma’had Al-Jami’ah IAIN Sorong setiap hari Rabu selepas menunaikan shalat Ashar.

Saat ditemui oleh kitorangnews.com, Kepala Biro AUAK IAIN Sorong, Dr. H.M. Muhammad Arsyad Ambo Tuo, M.Ag. menyampaikan, Ma’had Al-Jami’ah merupakan bagian penting dari kampus agar tercipta kultur pesantren di lingkungan kampus. Oleh karenanya, dalam mewujudkan itu, seluruh Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah IAIN Sorong harus aktif dalam berbagai program kegiatan ma’had, salah satu contohnya adalah kegiatan ta’lim / belajar secara rutin yang diadakannya setiap hari Rabu.

Lebih lanjut, H.M. Arsyad Ambo Tuo menerangkan, kehadiran Ma’had Al-Jami’ah IAIN Sorong merupakan wahana pembinaan mahasiswa terutama di dalam pengembangan ilmu keagamaan dan kebahasaan. Sehingga dalam pandangannya, Ma’had Al-Jami’ah bertujuan untuk menanamkan dan melestarikan tradisi spritualitas keislaman berbasis kearifan lokal yang merupakan bagian dari 4 Pilar IAIN Sorong yaitu Keislaman, Keindonesiaan, Kepapuaan dan Kepemimpinan.

Kehadiran Ma’had Al-Jami’ah IAIN Sorong, tambahnya, menjadi pionir dan teladan di tengah lingkungan kampus maupun masyarakat. Sehingga muatan keislaman yang diajarkan merupakan bersumber dari khazanah keilmuan klasik dalam rangka menciptakan mahasantri yang intelek dan berpegang teguh pada tradisi keislaman terutama pada ranah akhlakul karimah.***

Tentang Penulis