Flag Counter
26 February 2024

Kitorang News

Harmoni dan Produktivitas

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong, Dr. Hamzah Khaeriyah, M.Ag. tengah memberikan taushiyah ba’da Shalat Dzhuhur di Masjid Agung Al-Akbar, Kota Sorong, Selasa, 18 Oktober 2022. (Kitorangnews/RR).

Sorongkitorangnews.com – Melanjut pembahasan pada artikel-artikel sebelumnya mengenai As-Sakiinah / ketentraman batin.

Pada rubrik ini kita menerawang lebih dalam lagi perihal ketentraman batin ini khususnya pada ayat-ayat di halaman awal Q.S. Al-Fath tersebut.

Coba kita tengok Firman Allah subhanahu wa ta’alaa pada Q.S. Al-Fath:2 yang terjemahannya,

“Agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan menunjukimu ke jalan yang lurus.”

Ayat di atas ini terletak dua ayat sebelum disebutkan lafadz As-Sakiinah / ketentraman batin, atau terletak satu ayat sebelum yang menjelaskan bahwa ketentraman batin itu selain merupakan anugerah, juga merupakan bagian dari pertolongan Allah subhanahu wa ta’alaa.

Jika kita melihat lebih dalam kandungan dari ayat kedua dari Q.S. Al-Fath tersebut di atas, maka kita akan mendapatkan pemahaman bahwa seorang tidak akan sampai memperoleh ketentraman batin jika sebelumnya tidak didahului dengan taubat atau memohon pengampunan kepada Allah subhanahu wa ta’alaa.

Manakala seseorang sering memohon ampun kepada Allah subhanahu wa ta’alaa maka secara tidak langsung dan maupun disadari itu merupakan salah satu sarana untuk mempertebal keimanannya agar mampu memperoleh ketentraman batin / As-Sakiinah.

Lalu kemudian tatkala seseorang tersebut telah memperoleh ketentraman batin maka secara otomatis pula keimanannya akan semakin bertambah.

Sifat keimanan itu telah kita ketahui bersama bahwa dapat bertambah dan berkurang, lalu kemudian datanglah ketentraman batin itu menjadikan iman semakin bertambah.

Dengan demikian, orang yang memperoleh ketentraman batin harus didahului sifat untuk bertaubat kepada Allah. Jadi, bagaimana mungkin iman itu semakin bertambah. Karena Sakinah. Kalau tidak ada pendahuluannya yang namanya taubat. Karena sifat iman itu bertambah dan berkurang, lalu kemudian datanglah ketentraman batin itu menjadikan iman semakin bertambah. Tentu sebelum sampai ke situ harus didahului oleh sikap seorang hamba untuk selalu bertaubat kepada Allah.

Inilah salah satu dari sekian banyak dari sifat rahman dan rahim Allah subhanahu wa ta’alaa kepada hamba-Nya yang telah menjadikan taubat ini sebagai sarana untuk memperoleh as-Sakiinah / ketentraman batin.***

Semoga bermanfaat!

(Artikel ini diintisarikan dari Kultum Dr. Hamzah Khaeriyah, M.Ag. / Rektor Institut Agama Islam Negeri [IAIN] Sorong, Papua Barat di Masjid Agung Al-Akbar Kota Sorong, pada Selasa 18/10/22)

Loading

Tentang Penulis