Flag Counter
3 December 2022

Kitorang News

Harmoni dan Produktivitas

Dikunjungi Menag RI, IAIN Sorong Gelar Kuliah Umum, Launching Rumah Moderasi Beragama Kitorang, dan Peresmian Gedung SBSN

Foto: koleksi kontributor kitorangnews.com

Dikunjungi Menag RI beserta rombongan, IAIN Sorong menggelar kuliah umum kepemimpinan dengan tema “Harmoni Keberagaman”. Dalam acara tersebut turut hadir Wakil Geburnur Papua Barat, Dirjen Pendis Kanwil Papua Barat, dan para rektor PTKIN (Jumat, 4/9/2020)


Sorong, kitorangnews.com – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong mendapat kunjungan dari orang ternama di Kementerian Agama, yakni Menteri Agama RI Jenderal Purn Fachrul Razi, Jumat Malam (4/9/2020).

Kunjungan Menag ke IAIN Sorong merupakan serangkaian acara kunjungan kerja menteri agama beserta rombongan di Tanah Papua.
Menteri Agama memiliki agenda tiga agenda di IAIN Sorong, yakni Kuliah Umum, Launching Rumah Moderasi Beragama, dan Peresmian Gedung Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).


Ketiga kegiatan tersebut diawali dengan kuliah umum yang dihelat di gedung Aula IAIN Sorong. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Tanah Papua. Dilanjutkan dengan pebacaan Qalam Ilahi oleh Samsudin Datu, M.Pd.


Pada acara sambutan, rektor IAIN Sorong, Dr. Hamzah, M.Ag., diberikan kesempatan pertama oleh pembawa acara (Almuhaimin Sarnav Ituga, M.Pd.).

Dalam penyampainnya, rektor IAIN Sorong menceritakan perjalanan atau proses perjuangan transformasi institusi hingga menjadi IAIN sekaligus menyampaikan perasaan bangga dan bahagianya karena IAIN bisa mencatat sejarah baru.


“Ini adalah sejarah baru yang terjadi selama lemabaga pendidikan ini berdiri. Semenjak berstatus STAIS, STAIN, sampai ke IAIN, baru kali ini lengkap. Pak menteri hadir bersama ibu, para Dirjen, Komisi XIII, Wakil Gubernur, dan para rektor. Ini sekali lagi luar biasa. Ini adalah proses sejarah yang pernah dilakukan oleh para tokoh transformasi sebelumnya” ungkapnya.


Dr. Hamzah, M.Ag., juga melanjutkan tentang keterlibatan para tokoh yang ada di Papua Barat dalam mengawal transformasi institusi hingga menjadi IAIN.


“Transformasi STAIN menjadi IAIN tidak luput dari dukungan dan dorongan dari para tokoh yang ada di Papua Barat” terangnya.


Rektor juga menyampaikan perihal keberadaan mahasiswa IAIN Sorong yang sangat multi etnik. Bisa dikatakan IAIN Sorong ini miniatur Indonesia, karena mahasiswa IAIN Sorong berasal dari 17 provinsi. Sehingga, tidak salah kalau kemudian dikatakan sebagai miniatur Indonesia.
Di akhir penyampaiannya, rektor IAIN Sorong membacakan sebuah gubahan puisi yang ia tulis sendiri.


Penyelenggaraan acara kuliah umum di tengah pandemi covid-19 tentu akan berakibat kepada peserta. Akan tetapi, pihak panitia sudah memberikan altternatif, sehingga para civitas academica tidak harus berkecil hati karena tidak bisa menyaksikan acara yang luar biasa tersebut.
Panitia memberikan kesempatan kepada seluruh peserta yang ingin menyaksikan secara live pelaksanaan acara kuliah umum melalui aplikasi zoom dan live streaming via facebook (Akademik Iainsorong).

Dari kedua flatform tersebut terlihat antusiasme para peserta. Tercatat dari pantauan kontributor kitorangnews.com, partisipan yang ikut berpartisipasi melalui zoom sebanyak 100-an partisipan. Belum lagi yang bergabung melalui live streaming facebook. Sehingga, hal tersebut menjadi bukti bahwa penyelenggaraan acara kuliah umum yang diadakan oleh IAIN Sorong bisa dikatakan sangat menarik untuk semua kalangan.


Berikutnya, Wakil Gubernur Papua Barat, Muhammad Lakotani, S.H., M.Si., mengatakan bahwa “kaum milenial adalah para generasi yang mampu untuk beradaptasi di era new normal dan tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19” tandasnya.


Setelah Wakil Gubernur, giliran anggota DPR RI komisi XIII diberikan kesempatan menyampaikan sambuta, dalam sambutannya ia mengibaratkan rektor IAIN Sorong sebagai pemain sepak bola dalam mengawal proses alih status STAIN menjadi IAIN.


“Pak rektor IAIN Sorong saya ibaratkan pemain bola, bola dibawa dari gawang, terus ke tengah, hingga mencetak gol. Namun ketika selesai mencetak gol, kembali seperti kami di komisi XIII” paparnya.


Acara selanjutnya ialah Kuliah Umum yang disampaikan langsung oleh Menteri Agma, Fachrul Razi.
Dalam materinya, menteri agama mengutarakan terkait harapannya kepada para generasi muda Papua.


“Semoga akan lahir tokoh-tokoh berkualitas dari IAIN Sorong. Kami yakin dan percaya, anak-anak Papua akan beri kontribusi, akan beri warna untuk peradaban bangsa dan negara” harapnya.


Menag melanjutkan, kalau berbicara tentang kepemimpinan, dialah figur yang tepat, karena ia berlatar belakang militer dan mantan jenderal TNI.
“Kepimpinan adalah bidang saya, karena saya di militer yang mengajak orang untuk mati bersama-sama demi bangsa dan negara” tegasnya.
Acara ditutup dengan peresmian gedung SBSN yang dibangun di lingkungan IAIN Sorong, yakni gedung Laboratorium Terpadu, Gedung Ma’had Putra dan Putri, dan Gedung Fakultas Tarbiyah.

Tentang Penulis