Flag Counter
3 December 2022

Kitorang News

Harmoni dan Produktivitas

Foto: Koleksi kontributor kitorangnews.com

Sorong, kitorangnews.com – Kunjungan Menteri Agama Republik Indonesia ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong disambut dengan euforia tarian khas Papua oleh masyarakat Immeko Kokoda. Tarian sambutan tersebut berlangsung di depan gedung rektorat. Selanjutnya tamu disuruh menginjak piring khas Indonesia Timur sebagai bentuk selamat datang di Tanah Papua.


Ini merupakan kali pertama Menteri Agama RI ke IAIN selama peralihan status dari STAIN menjadi IAIN Sorong. Program utama Kementerian Agama adalah sosialisasi dan realisasi program Kami Cinta Papua (KCP) yang dipusatkan di Gedung Aula IAIN yang sekaligus dirangkaikan dengan peresmian gedung SBSN asrama Mahad Putra Putri, Gedung Laboratorium Terpadu, Gedung Fakultas Tarbiyah, dan Launching Rumah Moderasi Beragama, Jumat, 4/9/2020.


Rektor IAIN Sorong, Dr. Hamzah, M.Ag., dalam sambutannya menceritakan sejarah IAIN dari masa ke masa. Mulai dari namanya STAI al-hikmah, STAIS, STAIN hingga berubah status menjadi IAIN Sorong.


“Tiga belas tahun perjalanan ini merupakan bentuk etos kerja besar SDM dan para tokoh lainnya hingga lembaga ini berkemajuan. Dalam proses transformasi ke IAIN peran tokoh pemerintah, tokoh agama dan masyarakat sangat besar dan ini artinya bahwa rumus moderasi adalah kelanjutan sejarah dari peran besar para tokoh” terangnya.


Dr. Hamzah, M.Ag., melanjutkan bahwa “IAIN Sorong dihuni mahasiswa dari berbagai kesukuan sehingga bisa saja IAIN menjadi lembaga pendidikan percontohan di Papua Barat begitupun saran Gubernur menjadikan IAIN sebagai kampus yang mampu mencetak generasi berkemajuan yang nantinya membangun Papua dan Papua Barat. Oleh karena itu, untuk menjawab pesan tersebut IAIN tentunnya wajib menyediakan SDM pengajar serta sarana dan parasaran sebagaimana yang akan diresmikan oleh Bapak Menteri Agama RI” ungkapnya.


Begitu hanlnya dengan pemerintah Provinsi Papua Barat, Wakil Gubernur Muhammad Lakotani, S.H., M.Si., mengemukakan apresiasi tinggi atas perubahan status STAIN menjadi IAIN sorong. Ia mengharapkan IAIN Sorong sebagai lembaga pendidikan mampu mencetak generasi handal terutama kalangan kaum milenial saat ini.


“Peran besar lembaga pendidikan sangat diharapkan terutama di masa pandemi yang merubah kultur belajar dari tatap muka menjadi daring. Tentunya di balik itu pemerintah mengharapkan percepatan terwujudnya SDM di Papua Barat yang lebih baik terutama kami mendukung dan mendorong program yang akan diluncurkan Kementrian Agama yaitu KCP sebagai pemerataan pendidikan’’ paparnya.


Di tempat yang sama Menteri Agama Fachrul Razi dalam kuliah umumnya menyampaikan pesan kepemimpinan sebagai wujud integritas pembagunan diri sendiri yang kemudian mampu membangun manusia berakhlak dan profesional. Dalam materi tersebut beliau Fachrul Razi memberikan perhatian khusus bagi Provinsi Papua dan Papua Barat dalam rangka percepatan pembangunan bidang agama dan pendidikan keagamaan melalui program “Kita Cinta Papua”. Sebanyak 253 anak Papua yang akan diberikan kesempatan lanjut studi di perguruan tinggi ternama di tanah air.


“Sebanyak 253 anak Papua akan mendapatkan bantuan pendidikan dan mereka akan di sebar di 6 perguruan tinggi ternama yang ada di tanah air” ungkapnya.


Pria lulusan Akademi Militer pada tahun 1970 tersebut menambah perihal Papua dan Papua Barat dapat dijadikan tolok ukur kerukunan umat beragama. Menurut hasil survey Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama tahun 2019, Papua Barat menduduki posisi pertama tingkat kerukunan beragama di tanah air dengan skor 82,08. Hal ini yang dijadikan acuan oleh Menag untuk menyebut Papua dan Papua Barat dapat dijadikan provinsi percontohan dalamhal kerukunan beragama.


“Saya ingin menunjukkan kepada semua orang. Jika bertanya mengenai kerukunan beragama datanglah ke Papua dan Papua Barat. Belajar dari Papua untuk masalah kerukunan beragama” tutupnya.

Setelah Kuliah Umum Menteri Agama beserta rombongan melanjutkan agenda peresmian gedung SBSN IAIN Sorong yang ditandai dengan penandatanganan prasasti ke tiga gedung tersebut.

Tentang Penulis