Flag Counter
10 December 2022

Kitorang News

Harmoni dan Produktivitas

Safari Ramadan ke IAIN Sorong, Pemprov Pabar Menggali Tiga Aspirasi

Keterangan foto: Audiensi Tim Safari Ramadan Pemprov Papua Barat bersama jajaran pimpinan IAIN Sorong

Sorong, kitorangnews.com – Program Safari Ramadan jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong. Tim Safari Ramadan Pemprov Papua Barat digawangi oleh Wagub, Kakanwil, MUI, dan Pengurus PBNU Pusat, dan Kepala BMKG Kota Sorong. Rombongan Safari Ramadan disambut langsung oleh Rektor IAIN Sorong, Dr. Hamzah, M.Ag., beserta jajaran pimpinan di Kampus IAIN Sorong, pada Minggu (2/5/2021).


Program Safari Ramadan jajaran Pemprov Papua Barat bertujuan sebagai jalan membangun sinergi silaturahim bersama ulama, umaro’, dan umat. Hal ini disampaikan langsung oleh ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat, Haji Ahmad Nasrau dalam sambutannya.
“dan salah satu tujuan dari Safari Ramadan ini selain kita ingin membangun sinergitas silaturahim, antara ulama, umaro’ dalam hal ini pemerintah, dan umat serta stakeholders yang ada di Papua Barat”. Ucap Nasrau.

Kondisi masjid Baitul Makmur tak luput dari perhatian ketua MUI dan rombongan, sekaligus hal ini sebagai salah satu aspirasi yang didapat oleh tim Safari Ramadan Pemprov Papua Barat. Ia menyampaikan kalau pembangunan masjid yang ada di kampus IAIN Sorong merupakan pekerjaan rumah (PR) bersama.
“Tadi juga kita sudah meninjau masjid yang dibangun, saya kira itu juga menjadi bagian dari PR kita bersama agar masjid tersebut bisa menjadi tempat pembinaan akidah umat di situ dan kemudian tempat peribadahan yang kondusif” demikian ujar Nasrau.

Pada kesempatan yang sama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Papua Barat, Yan Kristianus Kadang, menyampaikan bahwa pembangunan masjid yang dianggap baru berdiri tiang-tiangnya saja menjadi perhatian khususnya. Ia berharap bersama Pemprov Papua Barat untuk melakukan dukungan terhadap progress pembangunan masjid tersebut.
“Kita tadi secara tidak langsung Ketua MUI, pengurus PBNU pusat juga, dan termasuk juga saya bagaimana masjid yang belum, baru tiang-tiangnya menjadi perhatian saya” tegas Kakanwil.

Selanjutnya, Ahmad Nasrau selaku Ketua MUI Papua Barat mengemukan aspirasi ke dua yang berhasil digali lewat pertemuan tersebut. Nasrau mengatakan bahwa tahapan perencanaan kaitannya dengan pengembangan kampus.
“Tahapan berikutnya, yakni pengembangan dari IAIN menuju UIN, insya Allah kita siap juga memberikan dukungan dan membantu yang sebisa dilakukan” katanya.

Aspirasi terakhir yang menjadi PR bersama adalah penamaan kampus IAIN Sorong, ia berharap supaya IAIN Sorong dibuatkan nama dari nama-nama tokoh agama, sejarah yang berpengaruh dalam peradaban Islam di Papua Barat.
“Di daerah-daerah lain, IAIN itu memiliki kebanggaan karena melibatkan nama lokal, tokoh yang punya pengaruh, misalkan di Makassar ada UIN Alauddin, di Surabaya ada UIN Sunan Ampel, dan yang lainnya, kita ingin di IAIN Sorong ini juga bisa seperti itu”. Tutupnya.

Merespons saran yang ditawarkan oleh Ketua MUI Papua Barat, Rektor IAIN Sorong mengaku siap untuk mendiskusikan kalau ada tawaran nama yang diambil dari nama-nama tokoh muslim yang ada di Papua Barat ini.
“Tadi juga sempat ada saran tentang penamaan IAIN, kalau ada nama yang baik, kita siap untuk kita diskusikan, terima kasih” respons rektor.

Pada kesempatan terakhir Wakil Gubernur Papua Barat, Muhammad Lakotani, menyampaikan apresiasi tentang keberhasilan penyelenggaraan Safari Ramadan sebagai wujud atau jalan untuk tetap menciptakan kondisi beragama yang kondusif di Papua Barat.
“Pak kiai, pak ketua MUI, Kakanwil, luar biasa, saya senang sekali, dan beliau antusias mendampingi atau bersama-sama dengan tim Safari Ramadan. Alhamdulillah kesampaian, Pak. Kemarin saya sempat ragu-ragu, tapi tadi pagi saya ketemu sudah siap, wah luar biasa. “ demikian kata Wagub.

Rangkaian kunjungan Tim Safari Ramadan Pemprov Papua Barat di IAIN Sorong diawali dengan audiensi, selanjutnya salat magrib berjamaah, buka bersama, dan diskusi bersama BMKG. Kegiatan rampung kurang lebih sekitar pukul 19.30 WIT.

Tentang Penulis