
Penulis: Hamzah Khaeriyah (Ketua Umum Darud Da’wah wal Irsyad / DDI Papua Barat Daya)
Sorong.Kitorangnews.com – Tulisan ini dimaksudkan untuk ikut meramaikan aneka ibadah sepanjang bulan ramadan. Saya memilih judul ini, semoga saja bisa diselesaikan setiap hari dan tuntas hingga melaksanakan idul fitri.
Saya percaya doa dari para pembaca yang budiman yang menjadi faktor utama selain itu di atas segalanya pemilik alam semesta memberikan pertolongan kepada penulis, la hawla wala quwwata illa billah.
Ramadan menjadi harapan dan tumpuan bagi umat Islam untuk selalu hadir dalam setiap tahun.
Umat Islam memiliki persiapan untuk memasukinya. Ada persiapan pakaian, mentalitas, pengetahuan, ekonomi bahkan ditemukan pada masyarakat tertentu untuk mempersiapkan kayu bakar yang kelak digunakan untuk menyiapkan proses makan dan minum selama Ramadan, seperti yang dilakukan oleh salah satu suku tertentu yang saya dapatkan informasinya dari teman di Kabupaten Fak-Fak Provinsi Papua.
Saya juga pada tempo dulue, menemukan masyarakat bugis di Sulawesi Selatan melakukan hal yang sama. Begitu pula pengaturan jadwal kegiatan pertanian mereka, agar tidak bertabrakan dengan kegiatan pertanian mereka.
Maklum, kegiatan pertanian membutuhkan kekuatan fisik yang didukung suplay gizi dan kekuatan prima yang menurut kebiasaan mereka berbeda dengan kebutuhan fisik untuk ibadah Ramadan.
Masih info suku bugis, bahkan sampai pada penyusunan jadwal pernikahan keluarga mereka. Mereka tidak mau melaksanakan pada bulan Ramadan. Namun begitu keinginan kuat mereka untuk konsisten atau istiqamah pada jadwal pernikahan maka terdapat di kalangan mereka melaksanakan kegiatan pernikahan dua hari sebelum memasuki bulan Ramadan. Bisa dibayangkan masa bulan madu mereka persis bersamaan dengan bulan Ramadan.
Daya tarik Ramadan yang begitu kuat di kalangan umat Islam sangat dahsyat. Pebisnis juga melakukan hal yang sama dengan penambahan modal dan strategi pemasaran serta telaah kebutuhan pasar. Bagi mereka yang bergerak pada jual beli pakaian maka model yang lagi hangat sangat menyedot perhatian mereka.
Bahkan dalam kehidupan rumah tangga sang ibu juga melakukan hal yang sama untuk membolak balik buku resep kue dan hidangan yang cocok untuk hidangan sahur dan buka puasa.
Jika era digital sekarang tentu lebih mudah lagi, dengan melakukan share gambar dan resep membuat bisa tersenyum antar sesama warga group dan sesama teman lainnya. Kondisi ini sangat mudah lagi karena bisa langsung praktek sambil melihat gambar dan resep serta tangan memegang peralatan produksi kue. Kemudian pada saat berbuka puasa bisa langsung tester hidangan dimaksud.
Melihat fenomena ini, saya teringat pada doa yang selalu dipnjatkan oleh ulama: Allahumma Barik Lana Fi Rajab Wa Sya’ban Wa Balligna Ramadan. (Artinya: Ya Allah berikanlah keberkahan pada bulan Rajab dan Sya’ban dan berikanlah kemampuan untuk mengikuti ibadah ramadan).
==BERSAMBUNG…===
![]()

More Stories
Kawalan Integritas Anggaran 2025: KPPN Sorong Dorong Satker di Papua Barat Daya Capai Target Akhir Tahun Sambil Raih Apresiasi Digipay
TIPD IAIN Sorong Tawarkan Diskon Khusus 20% di Hari Terakhir Ujian CAT POLRI 2024
KPK Lakukan Pendampingan dan Evaluasi Strategi Pendidikan Antikorupsi di IAIN Sorong