Flag Counter
15 June 2024

Kitorang News

Harmoni dan Produktivitas

Memahami Kandungan Pahala Sedekah pada Q.S. Al-Hadid Ayat 18

Keterangan Foto : Ilustrasi Q.S. Al-Hadid Ayat 18

Sorong. kitorangnews.com – Di dalam Al-Qur’an terdapat beberapa ayat yang secara spesifik mengulas secara rinci mengenai sedekah baik yang berkaitan tata cara hingga keutamaan-keutamaannya dan di antara ayat tersebut adalah Q.S. Al-Hadid:18, ayat ini sangat erat kaitannya dengan keutamaan orang yang bersedekah.

Sebelum kita mengkaji lebih dalam kandungan ayat tersebut yang pertama kita harus pahami adalah bahwa surat ini namanya Al-Hadid, kalau diterjemahkan itu ke dalam bahasa Indonesia artinya adalah Besi.

Sejenak kita dapat membayangkan apa hubungan besi dengan sedekah? mungkin saja secara sepintas kita susah atau kesulitan melihat hubungan itu. Tapi kalau dilihat lebih dalam lagi dari sisi yang lain maka kita dapat mengambil pelajaran dari keterkaitan besi dengan sedekah, yaitu:

Pertama, besi itu sesuatu yang sangat kuat tetapi kita dapat membuatnya sesuai dengan model yang kita inginkan, meskipun kuat tetapi masih bisa dimodel melengkung dan seterusnya. Kedua, besi itu adalah salah satu instrumen alat dalam rangka mengokohkan sebuah bangunan. Coba kita perhatikan pada sebuah bangunan yang hendak dibangun, di sana ada batu bata, semen, kerikil lalu kemudian di situ harus menggunakan besi. Besinya saja tidak bisa lurus begitu saja namun dirakit sesuai dengan kebutuhan.

Begitu pula sedekah, sedekah memiliki kaitan dengan sifat dasar besi, seperti sifat fungsional. Dengan demikian sedekah itu memiliki hikmah sebagai instrumen atau alat untuk melakukan sebuah model yangkita inginkan sesuai dengan fungsi besi tadi itu sendiri.

Selaras dengan hal itu, terdapat sebuah hadis Nabi Muhammad saw. yang artinya: “Bentengilah hartamu dengan zakat dan obati penyakitmu dengan sedekah.” (H.R. Thabrani)

Maksud utama dari hadis di atas adalah perbaikilah kehidupan kalian, sumber pendapatan kalian itu dengan zakat. Jadi kalau kita mau bagus dan meningkat pendapatan maka salah satu pilihannya adalah mengeluarkan zakat. Di samping sebuah perintah atau doktrin agama, sedekah ini pula sebagai alternatif untuk menyembuhkan orang yang sakit.

Potongan awal Q.S. Al-Hadid ayat 18 dimulai dengan lafadz yang terjemahannya: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan.” Pertanyaan kita adalah kenapa laki-laki lebih dahulu disebut dibandingkan perempuan dalam sedekah. Mungkin jawabannya yang paling cepat untuk bersedekah itu adalah laki-laki, kalau perempuan terkadang masih banyak pertimbangannya yang ujung-ujung biasa tidak jadi bersedekah. Menelisik lebih lanjut, hakikat dari sedekah itu sebenarnya adalah meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman atau investasi yang baik maka sebagai balasannya adalah Allah akan melipatgandakan dengan balasan atau ganjaran yang mulia (baca: ‘ajrun kariimun). Kata mulia itu tentu berbeda dengan kata bagus, kalau bagus sendiri belum tentu mulia, sedangkan mulia sudah tentu bagus maknanya.

Sehingga di dalam Q.S. Al-Hadid Ayat 18 ini mengandung arti bahwa sedekah yang dikeluarkan statusnya berubah menjadi sebuah pinjaman dan sebagai ganjaran atau balasan dari sebuah pinjaman tersebut adalah diberikan balasan yang berlipatganda.***

(Artikel ini diintisarikan dari ceramah agama Dr. Hamzah Khaeriyah, M.Ag. pada sesi Kajian Islam Sosial di bulan Ramadhan 1443 H)

Loading

Tentang Penulis