Flag Counter
3 December 2022

Kitorang News

Harmoni dan Produktivitas

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong, Dr. Hamzah Khaeriyah, M.Ag. tengah memberikan taushiyah ba’da Shalat Dzhuhur di Masjid Agung Al-Akbar, Kota Sorong, Selasa, 04 Oktober 2022. (Kitorangnews/RR).

Sorongkitorangnews.com – Kita sudah megemukakan pada artikel sebelumnya bahwa ketentraman batin atau As-sakinah itu ialah anugerah dari Allah subhanahu wa ta’ala yang diturunkan ke dalam hati orang-orang yang beriman. Inilah yang dinyatakan di dalam Q.S. Al-Fath/48:4 sebagaimana yang telah kita ulas sebelumnya. Baca: https://bit.ly/kitorangnewsmaknasakinahdalamAlQuran

Namun jika dilihat lebih lanjut lagi, sambungan akhir ayat tentang As-sakinah pada Q.S. Al-Fath/48:4 ini Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan yang terjemahannya adalah:

“…Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.”

Jadi, kaitannya dengan ketentraman batin ini, dijelaskan bahwa Allah memiliki bala tentara.

Pertanyaannya adalah, kira-kira mengapa ketika menjelaskan tentang ketentraman batin ini, itu dimunculkan pernyataan oleh Allah subhanahu wa ta’ala bahwa Allah bahwa memiliki kekuatan yang disebut dengan bala tentara.

Itu artinya bahwa orang yang memperoleh ketentraman batin memiliki potensi pertahanan diri dari Allah yang disebut dengan “junuudussamawaati wal-ardh” (pertahanan eksternal dari Allah berupa bala tentara).

Memang faktanya dalam kehidupan kita, perilaku was-was dan kewaspadaan itu, kadang menghantui pikiran kita. Tetapi bagi orang yang memperoleh ketentraman batin, meskipun waspada tetapi kadang-kadang juga ketentramannya jauh lebih tinggi.

Mengapa itu terjadi? Tentu jawabannya adalah karena ada kekuatan eksternal.

Ada orang yang memiliki tingkat kekhawatiran tinggi. Tetapi pada waktu yang lain dia juga memiliki ketentraman batin.

Mengapa masih bisa tentram? Meskipun dalam kondisi yang sangat kritis. Tentu hal tersebut dilatarbelakangi karena adanya kekuatan eksternal.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama dengan Sayyidina Abu Bakar radhiyallahu anhu di dalam Gua Tsur bisa batinnya merasakan ketenteraman pada persembunyiannya padahal secara fakta dan logika di luar sana banyak musuh sedang mengintai. Mengapa ketentraman itu ada? Tidak lain itu dilatarbelakangi oleh adanya kekuatan eksternal.

Bagaimana kekuatan eksternal ini bekerja? Tentu kita tidak dapat mengetahuinya. Tetapi terkadang kita merasakan yang paling tau  itu kekuatan eksternal bekerja adalah Allah subhanahu wa ta’ala tetapi kita sebagai makhluk ini bisa merasakan kekuatan eksternal tersebut.

Kekuatan eksternal inilah merupakan salah satu makna, salah satu efek, salah satu pengaruh daripada As-Sakinah atau ketentraman batin.

Semoga bermanfaat!

(Artikel ini diintisarikan dari Kultum Dr. Hamzah Khaeriyah, M.Ag. / Rektor Institut Agama Islam Negeri [IAIN] Sorong, Papua Barat di Masjid Agung Al-Akbar Kota Sorong, pada Selasa 04/10/22)

Tentang Penulis