Flag Counter
12 June 2024

Kitorang News

Harmoni dan Produktivitas

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong, Dr. Hamzah Khaeriyah, M.Ag. tengah memberikan taushiyah kepada jama’ah shalat Dzhuhur di Masjid Al-Akbar Kota Sorong. Selasa, 10 Januari 2023. (Kitorangnews/RR)

Sorong.Kitorangnews.com – Pada artikel sebelumnya kita telah mendiskusikan cara untuk memperoleh ketentraman batin seperti mencontohi perilaku Nabiyullah Ibrahim ‘alaihissalaam sebagaimana yang diceritakan di dalam Q.S. Al-Baqarah ayat ke-260 yang berbunyi:

Terjemahannya: Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati.” Allah berfirman, “Belum percayakah engkau?” Dia (Ibrahim) menjawab, “Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang (mantap).”

Maka melalui ayat tersebut di atas, bahwasanya ketentraman batin itu harus diusahakan! ada caranya dan harus diusahakan.

Lantas bagaimana caranya? secara umum dan singkat, cara untuk mengusahakan ketentraman batin itu dengan cara kita mentaati perintah Allah subhanahu wa ta’alaa dan kita menjauhi larangan-Nya.

Jika dikaji lebih dalam, sebenarnya ketentraman batin ini sifatnya sangat individual, sangat personal. Kita harus benar-benar mencarinya!

Salah satu langkahnya melalui perenungan. Seperti contoh, wah! saya ini kok was-was, saya ini kok malas-malas beribadah, saya ini malas-malas mengaji atau mungkin mengatakan saya ini dibandingkan dengan pekan-pekan sebelumnya dan satu pekan ini kok ibadah saya begini begini saja!.

Tatkala seseorang memulai untuk mempertanyakan itu di atas, maka sebenarnya itu adalah salah satu upaya untuk menemukan ketentraman batin.

Terlebih lagi kalau kita dapat menemukan jalan keluarnya. Tentu itu merupakan nikmat besar dari Allah subhanahu wa ta’alaa.

Jadi pertanyaan-pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang ada di dalam hati kita dan kita harus berusaha mencari jawaban itu. Itulah sebabnya salah satu caranya adalah bertaubat.

Bertaubat itu adalah menjadikan hati kita ini sebagai teman berbicara, teman bertanya dan teman untuk mengoreksi diri kita.

Hati yang harus berbicara ketika hati kita tempat bertanya dan hati kita tempat menjawab maka itulah salah satu cara untuk menemukan jawaban dan jawaban itulah kemudian yang akan mengantarkan kita untuk memperoleh ketenangan batin atas izin Allah subhanahu wa ta’alaa. s

Semoga bermanfaat!

Wallahul muwafiq wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(Artikel ini diintisarikan dari Kultum Dr. Hamzah Khaeriyah, M.Ag. / Rektor Institut Agama Islam Negeri [IAIN] Sorong, Papua Barat di Masjid Agung Al-Akbar Kota Sorong)

Loading

Tentang Penulis