Flag Counter
13 July 2024

Kitorang News

Harmoni dan Produktivitas

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong, Dr. Hamzah Khaeriyah, M.Ag. tengah memberikan taushiyah kepada jama’ah shalat Dzhuhur di Masjid Al-Akbar Kota Sorong. Selasa, 17 Januari 2023. (Kitorangnews/RR)

Sorong.Kitorangnews.com – Kita ingin melanjutkan kajian kita tentang ketentraman batin, kita telah mengemukakan bahwa salah satu istilah atau salah satu lafadz yang digunakan Al-Qur’an adalah “Tatthmainnul Quluub” dan kita telah menyatakan pula bahwa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam telah memohon kepada Allah subhanahu wa ta’alaa untuk bagaimana caranya menghidupkan orang mati dengan tujuan agar memperoleh ketentraman batin.

Maka pada artikel ini kita akan melihat siapa yang menjadi simbol ketentraman batin itu. Di dalam Q.S. Al-Isra’ ayat ke-95, Allah subhanahu wa ta’alaa berfirman:

Terjemahannya: Katakanlah (Muhammad), “Sekiranya di bumi ada para malaikat, yang berjalan-jalan dengan tenang, niscaya Kami turunkan kepada mereka malaikat dari langit untuk menjadi rasul.”

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam seperti yang diabadikan oleh Al-Qur’an sebagaimana yang termaktub pada ayat di atas diminta oleh Allah subhanahu wa ta’alaa untuk katakan kepada mereka itu kalau sekiranya ada malaikat yang berjalan di bumi, menetap di bumi dan itu tenang maka pasti Allah subhanahu wa ta’alaa akan mengutus malaikat menjadi rasul.

Ini karena begitu dahsyatnya penolakan orang-orang kafir terhadap Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga bukan lagi manusia yang akan diangkat menjadi rasul, untuk meyakinkan bahwa kebenaran wahyu ini betul-betul bukan bikinan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’alaa menyebutnya bahwa sekiranya ada malaikat yang berjalan dan menetap di bumi dengan di te kalanang. Kalau begitu malaikat itu adalah simbol dari ketentraman batin.

Sekarang siapa pelakunya? maka pelakunya adalah orang-orang yang beriman. Siapa pelaku dari kegalauan? pelaku kegalauan itu yah lawannya Malaikat. Siapa lawannya malaikat? yah Iblis. Jadi itulah pelaku kegalauan.

Cuma memang manusia kadang-kadang berteman dengan Iblis sehingga kemudian galau. Manusia juga kadang-kadang juga berteman dengan malaikat sehingga kemudian tenang. Oleh karena itu, tugas kita adalah bahwa kita harus banyak-banyak berteman dengan Malaikat dan mengurangi teman kita dengan Iblis agar kita bisa sampai ketentraman batin.

Semoga bermanfaat!

Wallahul muwafiq wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(Artikel ini diintisarikan dari Kultum Dr. Hamzah Khaeriyah, M.Ag. / Rektor Institut Agama Islam Negeri [IAIN] Sorong, Papua Barat di Masjid Agung Al-Akbar Kota Sorong)

Loading

Tentang Penulis